ANGELS
Author : Kim Vikqry
Genre : Romance, Fantasy, Comedy
Cast :
- Lee Byung Hun ( L.Joe)
- Kim Joong Woon ( Yesung )
- Bang Yongguk
- Lee Soo Rim ( imagine yourself)
- Ahn Daniel ( Niel)
xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
AUTHOR POV ~
Tak Lama, Soo Rim pingsan ~
“hey, Soo rim –ah… bangun !” ucap L.Joe sambil menggendong Soo Rim ke kasur
8 jam kemudian ~
“kau sudah sadar? Hm?” Tanya L.Joe yang sudah berada dihadapan Soo Rim
Soo Rim memalingkan pandangannya dari L.Joe , dan Soo Rim mulai menangis lagi… hanya menangis, iya.. itulah yang bisa dilakukan Soo Rim, menangis . L.Joe yang melihat keadaan Soo rim semakin iba dan semakin ingin selalu disamping Soo Rim.
“kalian bohong kan? Katakana padaku oppa, itu bohong kan?” ucap Soo Rim tiba-tiba mengagetkan L.Joe
“ne?”
“oppa… itu bohong kan….” Tegas soo rim
“mianhae ~”
“haha… kau selalu saja membodohi aku, tidak mungkin, eomma appa pasti sekarang sedang dalam perjalanan kerumahku” ucap soo rim sambil meneteskan air mata
“Soo rim – ah…”
“Niel tahu semua ini kan, iya kan?” Tanya soo rim
L.Joe hanya mengangguk
Tak Lama ~
“Soo rim –ah… kau dimana?” teriak Niel dari lantai bawah
Niel naik kelantai atas dan membuka pintu kamar Soo rim… lalu menghampiri Soo rim.
“hey babe… apa yang kau…. Mwoya? Kenapa kau pucat sekali?” ucap Niel bingung
“Niel…” ucapku lemah
“kau sakit? Bagaimana bisa? Kau harus kedokter sekarang” ucap Niel
“nappeun namja”
“ne?” Niel bingung
“neo ! michin namja” ucap soo rim sambil meneteskan air mata
“wae geurae soo rim-ah? “ Tanya Niel
Soo rim langsung bangun dari tempat tidur, dan langsung menampar Niel
“Hya ! waee??” teriak Niel
“neo ! kau pria jahat ! kejam ! kau tidak memperdulikan perasaanku ! kau hanya mementingkan dirimu sendiri” ucapku sambil memukul badan Niel
“wae geurae soo rim –ahh… kenapa kau seperti ini” ucap Niel dengan mata yang berkaca-kaca
“kenapa kau menyimpan kepahitan hidupku ! hah ! apa hak mu ! aku bahkan belum mengucapkan kata-kata terkahir untuk orangtuaku !!” tangis soo rim pecah
“neo?... kau tahu?”
“wae? Wae? Apakah kau akan menyembunyikan ini selamanya, dan kau suka jika aku seperti orang gila yang menunggu orang yang tidak akan datang, hah !” ucap Soo rim dengan isak tangis
“mian..hae.. soo rim-ah” ucap Niel sambil menundukkan kepalanya
“AAAHHHHH !!!!!!!!!!!! ANNNDDWWAAAEEEEEEEE !!!!!!!!!!!!! “ teriak Soo rim sambil menangis sekencang-kencangnya
“mianhae soo rim-ah… mianhae…mianhae…” ucap Niel dengan isak tangis sambil memeluk Soo rim
Soo Rim sudah sangat tak berdaya, dia berada dipelukkan Niel dengan tenaga yang sangat lemah dan tangisan yang sangat kencang, ke-3 peri itu melihat Soo Rim dan mereka pun ikut menangis dan iba. Memang, kenyataan hidup Soo Rim sangat perih untuk seorang gadis muda sepertinya.
Sudah 2 hari Soo Rim hanya diam, dia tidak ingin menemui siapapun. Dia hanya duduk dikasur dengan tatapan kosong dan terus menangis, yah bisa dibilang Soo Rim seperti orang stress sekarang. L.Joe yang melihat itu, sangat iba dan tidak ingin meninggalkan Soo Rim sendiri.
Niel datang dengan membawa buah-buahan untuk Soo Rim. Ia pun berlari menuju lantai atas ke kamar Soo Rim.
“soo rim-ah.. aku datang”
Soo rim hanya diam dan memalingkan pandangannya dari Niel
“aku membawakan buah-buahan untukmu, kau mau makan sekarang?” ucap Niel sambil meletakkan keranjang buah itu di meja
“apakah kau baik-baik saja?” Tanya Niel sambil duduk mendekati Soo rim
Soo Rim meneteskan air mata
“mianhae.. mungkin kata maaf tidak cukup untuk membalas semua salahku kepadamu, aku tidak bisa berbuat apa-apa Soo Rim-ah.. mianhae” jelas Niel panjang lebar
“apakah kau bahagia?” Tanya Soo Rim lemah
“bagaimana aku bisa bahagia jika kau seperti ini”
“lalu kenapa kau tega melakukan ini padaku?” Tanya Soo Rim
“Karena orangtuamu” jelas Niel
Soo Rim hanya bisa mengernyitkan dahinya…
“waktu itu…
FLASHBACK ~
“Soo Rim-ah.. appa dan eomma akan datang bulan depan” ucap ayah soo rim di telefon
“jinjja?!! Palli appa… aku sangat merindukanmu appa” ucap soo rim
“soo rim, ini eomma.. bagaimana keadaanmu nak?” Tanya eomma
“hmm, sangat baik eomma, karena ada Niel yang menjagaku”
“syukurlah.. bagaimana dengan kuliahmu?” Tanya eomma
“eumm, berjalan dengan baik, tapi aku sedang bingung dengan pekerjaan naskahku. Ini sangat susah!”
“mian, eomma dan appa tidak disampingmu ketika kau susah” ucap appa
“ahh, gwenchana appa… kan ada Niel disini.. hehehe”
“baiklah, lanjutkan pekerjaanmu, eomma dan appa akan menutup telfon ne?” ucap appa
“hmm, eomma, appa… anyeong”
Percakapan singkat Soo Rim dengan eomma dan appanya, membuat Soo rim sangat bahagia. Dia langsung menuju rumah Niel dan menceritakan semua apa yang ia bicarakan dengan orangtuanya.
1 bulan kemudian ~
“halo.. niel?” ucap appa di telfon
“ahh, anyeonghaseo abeonim… bagaimana keadaanmu?”
“baik.. oh iya, bolehkah kami meminta pertolongan kepadamu?” Tanya appa
“ahh, sangat boleh.. memang bantuan apa abeonim?”
“tolong, jangan bilang Soo rim kalo kita akan ke korea hari ini, aku ingin membuat kejutan” jelas appa
“baik abeonim, semua akan dipersiapkan, hehe”
“baiklah, tunggu kami di bandara nanti yah…” ucap appa
“oke! Siap ! “ Tegas Niel
Saat perjalanan menuju Korea, pesawat yang ditumpangi eomma dan appa Soo Rim berguncang, semua sudah siaga untuk memakai alat bantu pernafasan , tak luput juga orangtua Soo Rim, saat pesawat turun dengan kecepatan yang drastis, ayah Soo Rim terkena serangan jantung dan membuatnya tidak bisa bernafas, Ibu Soo rim panik, dan akhirnya pesawat itu jatuh ke laut. Tak beberapa lama kemudian, tim SAR mulai mencari korban. Dan ibu Soo Rim masih terapung dengan memegang serpihan pesawat, sementara ayah Soo Rim disebelah ibu soo rim tetapi dengan keadaan tidak sadar. Eomma dan Appa soo rim langsung dibawa kerumah sakit. Setelah melakukan beberapa perawatan, 1 hari kemudian ayah Soo rim meninggal. Ibu Soo Rim sangat terpukul, akhirnya dia pun memutuskan untuk menghubungi Niel.
“Niel –ah..” ucap ibu soo rim dengan nada yang lemah
“ ah ye eomonim… ada apa?”
“tolong kau ke rumah sakit sekarang” ucap eomma
“ne?! apa terjadi sesuatu?”
“cepat kau kesini” ucap eomma lemah
‘ah ye eomonim !”
Sesampai dirumah sakit ~
“eomonim, apa terjadi sesuatu? Kenapa kau disini?”
“niel-ah.. tolong jaga Soo Rim, dia adalah anak kami satu-satunya yang kami sayang” jelas eomma
“wae geurae eomonim? Abeonim eodiseo?”
Eomma sontak menangis…
“omo… kenapa kehidupan keluargaku seperti ini ! Soo Rim-ah… anak yang malang” ucap eomma sambil menangis
“wae geurae eomonim?” ucap Niel yang mulai meneteskan air mata
“dia tidak boleh tahu, aku adalah orangtua yang buruk untuknya… soo rim-ah” lanjut eomma sambil terus menangis
“Tenanglah eomonim…” ucap Niel sambil mengusap air matanya
Beberapa jam kemudian ~
“ada apa sebenarnya eomonim?” Tanya Niel sambil duduk disebelah ibu soo rim
“kami kecelakaan pesawat”
Niel sontak membisu dan matanya mulai berkaca-kaca
“kenapa… seperti itu…” ucap Niel lemah
“dan ayah soo rim meninggal kemarin, karena saat didalam pesawat dia terkena serangan jantung dan tidak bisa bernafas” jelas eomma
Niel langsung menutup mulutnya dan menangis
“lalu… bagaimana selanjutnya eomonim?”
“aku selamat dengan berpegangan di serpihan pesawat dengan membawa badan ayah soo rim, tapi terlambat, ayah soo rim sudah tiada” jelas eomma sambil menangis lagi
“mianhae eomonim, aku tidak mengerti apa-apa, mianhae” ucap Niel sambil menangis
“sudahlah, kau tidak salah… aku punya satu permintaan untukmu” ucap eomma
“apa itu eomonim?”
“tolong jagalah Soo Rim, aku mohon”
“baiklah eomma, tapi kenapa kau berbicara seperti itu” Tanya niel
“aku rasa, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, aku mohon jangan beritahu soo rim sekarang, itu akan membuatnya depresi berat, tolong kau beri tahu dia pada waktu yang tepat”
“eomonim… jangan berbicara seperti itu”
Tiba-tiba ibu soo rim susah untuk bernafas, nafasnya terengah-engah… Niel sangat panik dan memanggil dokter.. Beberapa saat kemudian, dokter pun keluar dari ruang ICU dan menghampiri Niel
“bagaimana dok?”
“Maaf.. kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi takdir berkata lain” ucap dokter
Niel sontak lemas dan terduduk dilantai sambil menangis.
“wae? Kenapa hidupmu seperti ini soo rim-ah… wae..” ucap Niel sambil menangis
Sudah 1 minggu semenjak kematian orangtua Soo Rim, Niel sangat terpukul, dia bingung harus berbuat apa, disamping dia harus menjalankan amanat orangtua soo rim, juga dia sangat iba dengan soo rim. Akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu soo rim, Niel datang kerumah Soo Rim dengan berpakaian serba hitam.
Ditengah perjalanan, dia berfikir lagi, apa tindakan nya ini sudah benar, akhirnya Niel mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Soo Rim dan membuat alasan lain, yaitu pergi ke makam orangtua Niel
FLASHBACK END~
“jadi, waktu kau mengajak aku ke makam orangtuamu itu, sebenarnya kau hanya alasan?” Tanya Soo Rim
“mian .. soo rim-ah….”
“haha, kau sangat pintar sekali, bagaimana aku bisa dibodohi oleh laki-laki sepertimu” ucap Soo Rim yang langsung memalingkan wajahnya dari Niel
“aku bingung, sementara orangtuamu berkata seperti itu kepadaku, dan disisi lain aku sangat iba terhadapmu, aku bingung soo rim-ah ~” jelas Niel
“lalu sekarang bagaimana? Aku bahkan tidak melihat wajah kedua orangtuaku sedikit saja, kau tega.. kau tega…” ucap Soo Rim sambil memukuli Niel
“Mianhae….” Ucap Niel pasrah
“wae? Kau meragukan aku? Kau meremehkan aku? Apa aku ini boneka yang bisa kau permainkan, HAH! “
“Mianhae soo rim-ah… mianhae” ucap Niel sambil memeluk Soo Rim
Soo Rim hanya menangis dipelukan Niel
Ke-3 peri itu menyaksikan sendiri pengakuan dari Niel dan bagaimana keadaan Soo Rim sekarang, mereka sangat iba, disamping itu tugas mereka sudah selesai, karena Soo Rim sudah tahu keadaan kedua orangtuanya, jadi mereka harus segera pergi dari bumi. Karena yang meminta ke-3 peri itu turun ke bumi adalah Orangtua Soo Rim sendiri yang kemudian dibantu oleh Ratu Peri untuk mewujudkan kemauannya.
xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxxx
Sudah beberapa minggu Niel mengurusi Soo Rim dirumah, dan sekarang Soo Rim keadaannya mulai membaik, dia mulai berbicara sedikit banyak, dan Niel pun juga sudah mengajaknya ke makam orangtuanya. Soo Rim sudah kembali seperti yang sebelumnya.
“Soo Rim-ah…”
“hm?” jawab Soo Rim yang sedang membaca buku
“untuk amanat orangtuamu bagaimana?” Tanya Niel
“amanat apa?”
“untuk selalu menjagamu selamanya” jelas Niel
“eumm… ya sudah, kau jaga aku terus saja” ucap Soo Rim santai
“heol -_- bukan itu maksudku”
“lalu?” Soo Rim bingung
“bagaimana kalau kita menikah, hm?”
“MWOO??!!! “ teriak Soo Rim
“hya ! pelankan suaramu… “
“andwae ! andwae ! Andwae ! “ ucap Soo Rim tegas
“wae? Kita sudah berteman lama sekali, apalagi aku sudah diberi amanat oleh kedua orangtuamu” jelas Niel
“bukan begitu Niel… tapi aku…”
“sudah ada yang lain kan?” ucap Niel
“hmm…” jawab Soo Rim mengangguk
“siapa?”
“eumm… orang yang tidak bisa kau lihat, tetapi aku bisa” jelas Soo rim
“eyyy… bicara apa kau ini, ya ya.. mau ya?”
“shireo ! “ ucap Soo Rim yang langsung meninggalkan Niel
Karena ditinggal Soo Rim ke kamar, Niel pun pulang. Soo Rim melamun di kasur, memikirkan apa yang dikatakan Niel tadi, dan ia baru tersadar, kalau akhir-akhir ini ke-3 peri itu tidak muncul. Ia pun membuka kotak yang ia simpan di bawah kasur itu. Waktu membuka kotak itu, Soo Rim kaget, karena biasanya ke-3 bulu itu bercahaya, tetapi kenapa sekarang tidak bercahaya sama sekali.
Soo Rim POV ~
“eeh… kenapa ini? dimana semua peri?” ucapku
“I’m here babe….” Ucap L.Joe yang tiba-tiba muncul dari atasku
“ahh… L.Joe oppa, dimana yang lain?” Tanyaku
“mereka…eumm”
“wae?!” tegas Soo Rim
Tiba-tiba Yesung dan Yongguk pun juga datang menghampiri Soo Rim. Dan Yesung memeluk Soo Rim.
“Gadis kecilku yang malang, kau telah tumbuh dewasa sekarang, kau sudah bisa menerima kenyataan hidup ini, gomawo~” ucap Yesung sambil memelukku
“kenapa oppa? “ tanya Soo Rim
“Mian… kami disini sudah merepotkanmu, kami hanya bisa membantu sedikit, kenyataan hidup yang pahit mari bagikan dengan kami sayang..~” ucap Yesung yang masih memelukku
“tidak oppa… kau disini sangat membantuku, jangan pergi,hm?” ucapku sambil mengeratkan pelukanku
“mian… oppa harus pergi” ucap Yesung
“oppa… jangan pergi” ucapku menarik tangan Yesung
“Jaga dirimu sayang, doaku akan selalu menyertaimu” ucap Yesung yang tak lama kemudian hilang dengan cahaya putih yang sangat berkilau
“oppa !!!” teriakku sambil menangis
“Yongguk oppa ! kau tidak boleh pergi !” ucapku sambil memeluk yongguk
“mian… aku selalu membuat masalah denganmu, Soo Rim-ah.. gomawo~” ucap Yongguk sambil mengecup keningku
“wae oppa? Kenapa kau harus pergi juga?”
“karena tugas kami disini sudah selesai, kau sudah tahu keadaan kedua orangtuamu… orangtuamu pasti bahagia disana” jelas Yongguk
“ne?”
“yang memberi kami tugas ini adalah kedua orangtuamu yang kini sudah berada disurga sayang ~ jadi kau juga harus rela melepaskan kami” jelas Yongguk
“ oppa… sampaikan salamku kepada mereka, sampaikan kalau aku akan selalu berdoa untuk mereka disana, aku mencintai mereka” ucapku sambil menatap Yongguk
“hmm.. arraseo” ucap Yongguk sambil mengelus rambutku
“lalu? Kau tetap pergi juga?”
“hmm…. Mianhae… gomawo ~ “ ucap yongguk yang langsung hilang dengan cahaya hitamnya
Dan terkahir adalah… L.Joe
Aku terus menangis dan terus mengusap air mataku. Aku sangat berat untuk melepaskan kedua peri itu. Aku masih terduduk dikasur sementara L.Joe disampingku.
“L.Joe oppa… ayo kita bermain” ucapku mengajak L.Joe
“Soo Rim-ah…”
“haha, jangan bilang kau juga pergi.. ayo main” ucapku langsung berdiri
“tunggu..” ucap L.Joe sambil memegang tanganku
“wae?”
“aku… harus pergi juga” jelas L.Joe
“mwo?” ucapku lemas
“mian”
“kau bercanda kan oppa?” tegasku sekali lagi
“tidak…”
Aku sangat lemas sehingga aku terduduk dilantai..
“Wae? Kenapa hidupku seperti ini, tahu seperti ini aku tidak ingin bertemu dengan kalian, aku tidak ingin kalian berada disisiku, buat apa kalian berada disisiku dan akhirnya kalian juga menyakitiku, eomma appa ! kalian salah mengirim ke-3 orang ini ke kehidupanku, aku lebih baik hidup sendiri daripada pernah bertemu dengan ke-3 penghianat ini!” ucapku sambil menangis
“ dikehidupan selanjutnya… mungkin kita bisa bertemu kembali” ucap L.Joe
“Shireo… aku tidak mau bertemu denganmu ! “ ucapku yang terus menangis
“Soo Rim-ah… aku tahu aku salah, dan perasaanku ini mungkin salah” jelas L.Joe
“mwo?”
“mian… aku menyukaimu” ucap L.Joe
Tangisku pecah, sangat keras, aku memukul-mukul dadaku sendiri, kenapa harus seperti ini, aku juga sangat menyukai L.Joe oppa, dan dia pun sebaliknya, tetapi kenapa dia ingin pergi juga.
“tapi kenapa kau tega meninggalkanku oppa” ucapku
“aku juga tidak ingin meninggalkanmu, aku mencintaimu, saranghae” ucap L.joe yang menghampiriku di lantai
Aku terus menangis, L.Joe pun memelukku dan ikut menangis. Kami sangat bingung dengan takdir ini, kenapa aku harus bertemu dengannya, dan harus menyimpan perasaan untuknya, akupun juga bingung
“Soo Rim-ah… aku berharap, kita bisa bertemu lagi” ucap L.Joe sambil mengelus rambutku
“oppa.. saranghae”
L.Joe hanya diam, dia menatapku tajam dan menangis.
“op..” bicaraku terhenti, ketika L.Joe mencium bibirku dengan cepat
“mianhae… saranghae….” Ucap L.Joe sedikit, lalu melanjutkan ciumannya denganku
----------------------------
“selamanya.. cinta ini akan terus tumbuh dan tumbuh dan kau akan selalu aku ingat, jika aku diberi satu kesempatan untuk kembali ke bumi ini, aku hanya akan menemuimu, hanya kau Soo Rim-ah…” ucap L.Joe sambil meneteskan air mata
“oppa… jaga dirimu… mian, karena sudah menyukaimu” ucapku sambil menundukan kepalaku
“kau tidak salah untuk mencintaiku, karena kau sedikit saja menyukaiku, aku sudah sangat mencintaimu, aku berterima kasih karena kau telah menyukaiku” ucap L.Joe sambil mengangkat daguku dan menghadapnya
“oppa… saranghae..”
“nado saranghae…” ucap L.Joe yang lalu menghilang dari hadapanku
“oppa…” ucapku lemas sambil menangis
xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
Di Dunia Langit ~
Yesung sedang memandikan kuda kesayangannya, karena ditinggal Yesung ke bumi, kuda miliknya jadi tidak terawat, Yongguk sedang tidur pulas, dia sangat capek untuk memikirkan apa yang sudah terjadi dibumi. L.Joe baru saja datang dan dia langsung menuju istana peri untuk menenangkan diri.
Ratu peri menghampiri ke-3 peri itu…
“kemarilah peri-peri kecilku… sampaikan keluhan kalian setelah tugas ini selesai” ucap ratu peri
“tolong bahagiakan soo rim, ratu” ucap Yesung
“ baiklah.. ~ “
“eumm… tolong lindungi Soo rim dari bahaya” ucap Yongguk
“baiklah ~.. lalu kau L.Joe-ya?” ucap ibu ratu
“aku ingin ke bumi, aku ingin hidup dibumi” jelas L.Joe
“wae?”
“karena aku ingin membahagiakan Soo Rim”
“kenapa harus kau?” Tanya ibu peri
“karena dia mencintaiku dan akupun mencintainya”
“apakah cinta cukup untuk membahagiakan seseorang?”Tanya ibu peri lagi
“bagiku… bagi soo rim.. itu sangat cukup”
“hmmm…” ucap ibu peri yang langsung menghilang
-----------------------------
AUTHOR POV~
L.Joe masih termenung, ratu peri tidak akan membiarkannya untuk ke bumi, karena itu sudah sangat melanggar aturan seorang peri. L.Joe terus murung, dia tidak ingin berbicara dengan siapapun. Begitu juga di bumi, Soo Rim sangat murung, walau ada Niel tetapi pikirannya tetap pada L.Joe
Ratu peri bertemu dengan orangtua Soo Rim.
“Tuan.. bagaimana keadaan anakmu?” Tanya ratu peri kepada ayah soo rim
“dia… tidak baik-baik saja…” ucap ayah soo rim sambil mengeluarkan air mata
“kenapa dia seperti itu.. apakah Niel tidak membuatnya bahagia?” ucap ibu soo rim
“ mohon maaf tuan dan nyonya, anak anda tidak mencintai Niel” jelas ratu peri
“lalu?”
“kemarilah….” Ucap ratu peri sambil memanggil L.joe
“perkenalkan, namaku L.Joe” ucap L.Joe sambil membungkukan badan
“anak anda menyukainya” ucap ratu peri
“benarkah?” Tanya eomma
“ itu benar nyonya” jawab ratu peri
“apakah kau berjanji untuk selalu menjaganya dan mencintainya?” Tanya appa
“aku berjanji tuan, aku akan selalu menjaga dan mencintainya selamanya” jawab L.Joe
“sekali saja kau menyakiti hatinya, aku tidak segan-segan menendangmu kembali ke langit” jelas appa
“baik tuan, terimalah perasaan tulus ini untuk anak anda, Lee Soo Rim”
“baiklah….” Jawab eomma dan appa bersamaan
“L.Joe-ya.. kau benar-benar ingin meninggalkan dunia langit?” Tanya ratu peri
“iya ratu… aku hanya ingin bahagia bersama Lee Soo Rim”
“apakah pilihanmu ini sudah tepat?” Tanya ratu peri lagi
“iya, ratu…”
“baiklah… sekarang pejamkan matamu” suruh ratu peri
L.Joe pun memejamkan matanya, dia sudah memantapkan hatinya untuk kembali ke bumi dan menemui Lee Soo Rim. “Dengan kekuatan langit dan bumi, aku ciptakan insan baru dan suci yang aku lahirkan kembali” ucap Ratu peri .. dan tiba-tiba cahaya hitam dan putih, sebut saja yin dan yang, membalut badan L.Joe .. dan tak lama L.Joe pun menghilang bersama cahaya itu.
xxxxxxxxxxxxxXXXXXXXxxxxxxxxxxxxxx
Gelap ~ Tidak bisa bernafas ~ Basah ~ itu yang dirasakan L.Joe saat tersadar. Dan dia sadar dia berada didasar sungai. Dia bergegas menuju ke permukaan sungai, dengan sekuat tenaga dan nafas yang terengah-engah, ia berenang ke permukaan sungai. L.Joe pun telah sampai ke permukaan sungai.
“huft ~ akhirnya ~” ucap L.Joe sambil mengambil nafas sedalam-dalamnya
Saat ia menepi dan akan berjalan, ia sadar jika tubuhnya tidak terbalut kain sehelai pun, dengan bingung, L.Joe mencari tempat persembunyian terlebih dahulu
“aisshh.. kenapa aku dikirim seperti ini, ratu peri… “ gumam L.Joe
Dengan keberaniannya, ia berjalan kerumah salah satu warga disana, karena sudah malam, pasti tidak aka nada orang, ia pun mengambil baju yang ada di jemuran salah satu warga.
Keesokan Harinya~
“soo rim-ah.. ayo berangkat kuliah~” ucap Niel sambil menuju ke kamar soo rim
“ne..” ucap soo rim datar
“kau kenapa? Waktu itu kau sudah baik-baik saja kan?”
“eumm.. tidak apa-apa” jawab soo rim
Niel dan Soo rim pun berangkat ke kampus, di tengah perjalanan, Niel menghentikan mobilnya.
“wae?” Tanya soo rim
“kita tidak ke kampus hari ini”
“hmm? Memang ada apa?” Tanya soo rim bingung
“aku ingin bicara denganmu” ucap Niel sambil keluar dari mobil
“wahh… pemandangan di sini bagus juga” ucapku sambil keluar dari mobil
Niel mengajak soo rim ke suatu tempat yang indah, ya, di tepi laut, ombak berlari-larian, angin yang sepoi-sepoi membuat soo rim merasa tenang
“soo rim-ah..”
“hm?” jawab soo rim dengan memandangi laut
“menikahlah denganku…” ucap Niel
Soo rim hanya diam, dan tetap memandang laut..
“lee soo rim?”
“aku juga ingin seperti itu, tetapi ada perasaan jika ada seseorang yang menungguku jauh disana” ucap Soo Rim
“seseorang?”
“hmm… hatiku berkata aku harus bertemu dengannya dulu sebelum aku memutuskan untuk menikah denganmu” jelas Soo Rim
“kau kenal dengannya? Ayo kuantar….” Ucap Niel
“molla… aku tidak tahu sama sekali, tapi hatiku yang tahu”
“soo rim-ah… jangan terus menyiksa dirimu dengan perasaan seperti itu..” ucap Niel
“tidak.. aku tidak menyiksa diriku, justru memikirkan orang itu aku merasa tenang dan bahagia”
“kau semakin aneh Soo Rim… “ ucap Niel sambil membuang muka dari soo rim
“wae? Kau marah?”
Niel hanya diam…
“mianhae, tapi aku belum bisa menerima lamaranmu” jawab Soo Rim
“terserah..” ucap Niel yang langsung meninggalkan Soo Rim
Niel meninggalkan soo rim, soo rim tetap diam dan memandang laut, dia sangat bingung dengan perasaannya saat ini. Ia pun pulang dengan menggunakan bus. Sesampai dirumah, dia berjalan lemas dan menunduk menuju ke pintu rumahnya. Saat tiba di depan pintu rumahnya, Soo Rim melihat orang berdiri dihadapannya, sontak ia mengangkat kepalanya dan melihat orang itu.
“anyeong…” sapa orang itu
“kau siapa? Sedang apa kau dirumahku?” Tanya Soo Rim
“kau.. tidak mengenaliku?”
“tidak… memang siapa kau?” Tanya soo rim lagi
“aku…aku… “
“maaf, ini sudah larut malam, sebaiknya anda pulang “ ucap Soo Rim yang langsung masuk kedalam rumah
L.Joe sangat kecewa karena Soo Rim sama sekali tidak mengenalinya, ia bingung, mengapa dia seperti itu, apa dia habis kecelakaan lalu ia lupa ingatan? L.Joe berfikir itu sepanjang malam. Keesokan harinya, L.Joe ke rumah Soo Rim lagi. Ia menunggu Soo Rim didepan pagar rumah, dan akhirnya Soo Rim keluar rumah juga.
“anyeong… Soo Rim-ah…” ucap L.Joe ramah
“ kau lagi?”
“kau sekarang pasti sudah ingat siapa aku kan?” ucap L.Joe menegaskan
“maaf, apakah kau seorang penguntit?”
“ne??!! bukan… sama sekali bukan.. aku ini..” ucap L.Joe yang tidak bisa melanjutkan pembicaraannya
“Soo Rim-ah… siapa ini?” ucap Niel yang tiba-tiba datang
“nado molla” jawab Soo Rim Santai
“oh… ayo pergi” ucap Niel sambil menggandeng tangan soo rim
“tunggu… Soo Rim…” ucap L.Joe sambil menarik tangan soo rim
“wae??!!” ucap Soo Rim
“hei kau… lepaskan dia!” ucap Niel sambil melepaskan tangan L.Joe dari soo rim
Soo Rim dan Niel pun meninggalkan L.Joe
SOO RIM POV ~
Aku berjalan meninggalkan pemuda itu, dari tadi malam, pemuda itu selalu mengikutiku, aku takut jika dia ingin menyakitiku, tapi kenapa orang itu aneh sekali, aku takut pulang kerumah hari ini, aku akan meminta Niel untuk menemaniku dirumah.
Aku berjalan meninggalkan pemuda itu, dari tadi malam, pemuda itu selalu mengikutiku, aku takut jika dia ingin menyakitiku, tapi kenapa orang itu aneh sekali, aku takut pulang kerumah hari ini, aku akan meminta Niel untuk menemaniku dirumah.
“Niel… kau sibuk?” tanyaku sambil keluar dari mobil Niel
“eumm.. ani.. wae?”
“kalo tidak merepotkan, apakah kau mau menemaniku dirumah malam nanti? Aku takut jika pemuda itu muncul lagi…” pintaku
“boleh boleh… ^^”
“hehe… gomawo” ucapku sambil meminum kopi ekpreso ku
Malam hari ~
“soo rim… ambilkan minum untukku” ucap Niel sambil membantingkan badannya ke sofa
“huh ! shireo… aku capek, ambil sendiri” ucapku
“aishh… awas kau ! “ ucap Niel sambil berjalan menuju dapur
Aku menyalakan TV dan memutar-mutar channel tapi tidak ada yang bagus, akupun berniat membaringkan badanku di kasur, tapi aku lihat jendela ruang tamu masih terbuka, akupun menutupnya. Saat akan menutup kordennya, aku melihat seseorang berdiri di depan pagar rumahku, aku sontak kaget, dan aku perjelas lagi, ternyata pemuda itu lagi. Aku takut, tapi aku penasaran, aku ingin menanyakan apakah dia mengenaliku? Aku fikir dia bukan orang yang jahat, baik, aku akan mencoba bertanya pelan-pelan kepadanya. Aku keluar dan menghampirinya.
“permisi… siapa disana?” ucapku sambil mendekat ke pagar
“aku…” jawab pemuda itu singkat
“eumm, apakah kau mengenaliku?”
“aku sangat mengenalimu Lee Soo Rim” jawab L.Joe
“bahkan kau tau nama lengkapku… tapi apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”
“hmm… kita sangat dekat” jawab L.Joe singkat
“tapi… maaf, aku tidak mengenalimu”
“soo rim-ah… aku akan terus melindungimu, aku akan terus berusaha agar kau ingat kepadaku” ucap L.Joe
“apakah aku harus mengenalimu?” Tanyaku
“hmm.. harus” ucap L.Joe yang langsung memelukku
Aku sontak kaget karena dia mendadak memelukku, tapi mengapa pelukan ini begitu terasa hangat dan nyaman sekali, jadi aku sama sekali tidak ingin melepaskannya, malahan aku membalas pelukannya.
Beberapa menit kemudian~
Aku tersadar dan akupun melepaskan pelukannya..
“maaf”
“bagaimana? Kau merasa nyaman bukan?” ucap L.Joe
Aku hanya diam
“hmm, tentu, karena separuh jiwamu berada di dalam diriku” ucap L.Joe sambil tersenyum
“mian, aku harus masuk, anyeong” ucapku yang langsung meninggalkannya
L.Joe berjalan lemas, dia tidak tahu harus kemana lagi, bahkan rumah dan pekerjaan pun belum ia dapatkan, ia sangat bingung
“aigoo…. Kenapa nasibku seperti ini.. ratu peri, berilah aku sedikit uang, hm?” ucap L.Joe sambil berjalan
Tiba-tiba ada sebuah tas jatuh tepat didepan L.Joe
“apa ini?” ucap L.Joe sambil membuka tas itu
“omo… uang? Tapi darimana….” L.Joe bingung
“itu untukmu, kau harus bisa menjaga soo rim” ucap Ratu peri yang tiba-tiba datang dihadapan L.Joe
“omo… salam, ratu peri” ucap L.Joe sambil membungkukan badannya 90’
“sabarlah L.Joe-ya… dia akan kembali padamu” ucap ratu peri
“tapi ratu peri, kenapa ia tidak mengenaliku?”
“karena kau adalah insan baru di bumi ini, dan yang soo rim kenal adalah L.Joe si peri cinta, bukan L.Joe seorang manusia” jelas ratu peri
“lalu, apa yang harus aku lakukan?” Tanya L.Joe
“rebut hati nya, mulailah awal yang baru bersamanya” ucap ratu peri
“baiklah… aku akan mencoba”
Tak lama, ratu peri menghilang
“baiklah, aku akan memulainya sekarang, tapi bagaimana dengan uang ini?”
Akhirnya L.Joe berjalan ke salah satu apartemen di Seoul, ia membeli sebuah apartemen, karena L.Joe sama sekali tidak tahu apa-apa tentang apartemen ia meminta apartemen yang bagus, dan diberilah apartemen yang exclusive dan tentu sangat mahal….
“wwahh… ini seperti ruangan di dunia langit ku” ucap L.Joe ketika memasuki apartemennya
L.Joe merebahkan badannya ke kasur, memikirkan tindakan apa yang harus ia lakukan.
“oke, besok aku akan pergi membeli mobil dan membeli sebuah perusahaan kecil” ucap L.Joe sambil menghitung uangnya
Saat menghitung, dia kaget.. kenapa uangnya tidak berkurang sama sekali? Padahal dia membeli apartemen ini dengan harga yang sangat mahal, lalu ia menemukan secarik kertas dan dibacalah
“selama kau menggunakan ini untuk kepentingan hidupmu, uang ini akan selamanya utuh, dan jika kau menggunakannya dengan hati yang sombong dan angkuh maka dengan sekejap uang ini akan menghilang”
“ahh… arraseo… aku akan menggunakannya dengan baik” ucap L.Joe
Keesokan harinya~
L.Joe sedang sibuk mencari sebuah mobil dan ia membeli beberapa saham perusahaan agar dia bisa mendapat penghasilan. Setelah hampir satu hari berjalan kota Seoul, ia pergi kerumah Soo Rim
“Niel-ah…. Ambil garam” perintah Soo Rim
“ye”
“Niel-ah…. Ambil gula”
“ye”
“Niel-ah… potong wortel”
“ye”
Niel-ah… ambil daging”
“hya! Kau ini… memangnya aku ini pembantumu” ucap Niel yang berteriak
“hya ! kau mau makan tidak, kalau tidak yasudah aku tinggal”
“ani ani… ayo memasak lagi” ucap Niel dengan Lemas
Soo rim hanya tertawa geli melihat kelakuan Niel.. saat akan makan bersama, aku mendengar bunyi bel mobil dari depan rumah, akupun keluar rumah…
“Soo Rim-ah…” ucap L.Joe yang keluar dari mobil
“L.Joe…?”
“anyeong…. “ ucap L.Joe yang langsung masuk ke dalam rumahku
“oh ..anyeong.. tapi ada apa kau kesini?”
“aku ingin mengajakmu kesuatu tempat” ucap L.Joe sambil menarik tanganku masuk kerumah
L.Joe menarik terus tanganku dan ia membawaku ke kamarku, aku bingung dengan sikapnya tapi kenapa aku terus menuruti langkahnya, akupun juga bingung, sesampai di dalam kamar….
“ahh… masih ada” ucap L.Joe sambil mengambil sesuatu di bawah kasurku
“apa yang kau ambil?”
“lihatlah” ucap L.Joe sambil menunjukkan sebuah kotak
“kotak apa ini?”
“dulu, kau menyimpan kami dikotak ini” jelas L.Joe
Aku diam, setelah memegang kotak itu badanku terasa sangat hangat, tenang… ada apa ini? ada apa dengan kotak ini? tiba-tiba aku menangis…
“aku… kenapa?” ucapku sambil menangis
“karena didalam kotak ini, ada kami dan kenanganmu bersama kami”
“kami?” tanyaku
“hmm… mungkin jika aku jelaskan kau tidak akan percaya, jadi ingatlah sendiri”
Tangisanku menjadi… aku tidak tahu mengapa, tiba-tiba aku tidak bisa bernafas, hatiku penuh sesak dengan kesedihan yang sangat mendalam, dan aku menangis sejadi-jadinya
“mian soo rim…. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis” ucap L.Joe sambil memelukku
Beberapa menit kemudian ~
L.Joe mengajak soo rim ke suatu tempat dan mereka pun menuju mobil, Niel yang sedang makan melihat soo rim dan L.Joe keluar rumah, tidak terima, ia pun membuntuti mereka
Sampailah apada tujuan L.Joe….
“bagaimana? Kau suka…?” Tanya L.Joe
“ini adalah tempat dimana Niel menyatakan perasaannya kepadaku” jelasku sambil menatap laut lepas ini
“niel?..”
“hmm… ia ingin menikahiku” jelasku
“lalu kau?”
Aku hanya menggelengkan kepalaku
“wae?”
“karena aku merasa, ada seseorang yang jauh disana menungguku untuk datang kepadanya” jelasku
“gomawo”
“wae?” tanyaku bingung
“karena mau menungguku dan datang kepadaku soo rim-ah..” ucap L.Joe
“maksudmu?”
“hatimu sudah ada di diriku, maka dari itu, kau mempunyai perasaan seperti itu” jelas L.Joe
Aku diam, tatapanku ke L.Joe sangat tajam… begitu sebaliknya, L.Joe menatapku tajam.. ada apa ini? kenapa jantungku berdegup kencang..
“soo rim-ah…. Saranghae”
“soo rim-ah…. Saranghae”
Aku sontak kaget, dan mengeluarkan air mata… karena aku merasa, ketika ia mengucapkan seperti itu, aku sangat bahagia sekali.. aku juga tidak tahu kenapa…
“gomawo… mianhae… saranghae” ucap L.Joe yang langsung mengecup bibirku lembut
Aku hanya terdiam ketika L.Joe mencium bibirku, tetapi perasaan ini sangat kuat, aku sangat bahagia, akupun larut dalam kehangatan bibir L.Joe dan akupun membalas ciumannya ( 18+ keatas.. -..- yang dibwah 18 ga boleh ya.. :D )
---------------------------- beberapa menit kemudian,
Ketika L.Joe melepaskan ciumannya, tiba-tiba aku pusing dan akupun terduduk lemas di bawah…
“Soo Rim-ah.. kau kenapa?”
Kepalaku pusing, dan aku mengingat kejadian aneh, aku menemukan 3 bulu yang sangat bagus, dan bertemu 3 peri dan salah satunya ada yang sangat mirip dengan L.Joe, dan saat L.Joe mencium bibirku, aku ingat saat L.Joe menciumku di kamarku dan kami akhirnya berpisah… aku menceritakan semuanya ke L.Joe
“apakah kita saling mencintai dimasa lalu?” tanyaku
“hmm…” jawab L.Joe dengan tersenyum
“oppa…” ucapku sambil tersenyum
“kau sudah ingat soo rim ah?”
“hmm.. gomawo oppa” ucapku lemah
L.Joe sangat bahagia, ia pun memelukku dan akupun membalas pelukannya.
“Tapi oppa, aku tidak bisa seperti ini dulu denganmu”
“wae?” Tanya L.Joe
“bagaimana dengan Niel?” tanyaku
“baiklah soo rim, aku tidak akan memaksamu untuk bersama denganku dulu,karena selama ini Niel lah yang selalu disampingmu”
“hmm,gomawo oppa,aku akan berbicara baik-baik dengan Niel” ucapku
xxxxxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxxxxx
Sudah 1 minggu sejak aku ingat dengan L.Joe oppa, dan sampai sekarang aku sering kencan dengannya tanpa sepengetahuan Niel, aku merasa sangat bersalah, akhirnya pada suatu saat aku berbicara dengan Niel
“Niel… kemarilah ! “ ucapku memanggil Niel yang duduk di sofa ruang tamu
“wae?” jawab Niel santai sambil terus memakan snack nya
“aku ingin berbicara sesuatu”
“mwo?” jawab Niel singkat
“aku… sudah menemukannya.” Ucapku
“menemukan siapa?”
“orang yang mengambil hatiku jauh disana, aku sudah menemukannya” jelasku
“apa maksud…mu?!” ucap Niel dengan nada merendah
“maaf Niel, aku tidak bisa menepati janji mu kepada orangtuaku.”
“soo rim-ah.. jangan bilang seperti itu, aku…” belom selesai Niel bicara, aku tiba-tiba memeluknya
“mianhae… jengmal mianhae.. aku tidak ingin menyakiti hatimu, kau akan jadi sahabat terbaikku selamanya,hm?”
“baiklah.. aku mengerti perasaanmu, aku akan mendukungmu sekarang” ucap Niel
“baiklah.. aku mengerti perasaanmu, aku akan mendukungmu sekarang” ucap Niel
“gomapta Niel” ucapku sambil mempererat pelukanku
“tapi soo rim, aku ingin pulang sekarang…” ucap Niel sambil melepaskan pelukanku
“baiklah Niel.. hati-hati dijalan”
Niel pun berjalan menuju pintu rumah dengn berjalan lemah,aku curiga, kenapa dia seperti itu? Akupun mengikutinya sampai di depan pintu rumah, aku melihatnya mengusapair mata.. oh tidak, apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku ikut menangis karena melihat Niel seperti itu? Karena tak tahan melihat Niel yang sangat terpuruk itu, akupun menghampirinya dan menarik tangannya.
“Niel…”
“jika ini yang terbaik untukmuaku harus merelakannya soo rim” jelas Niel sambil memalingkan wajahnya
“tapi kau?”
“aku hanya…. Ingin sendiri” ucap Niel sambil melepaskan tanganku
Niel pun berlari menuju pintu pagar dan bergegas menancapkan gas mobilnya. Aku yang melihat Niel seperti itu, sangat iba dan rasa bersalah yang terus menghantuiku.
xxxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxxx
Tak sadar, ternyata saat Soo Rim dan Niel berbincang di depan rumah, L.Joe melihat semua itu, L.Joe melihat Niel menangis dan Soo Rim menahan Niel. Dia juga sangat merasa bersalah, akhirnya saat Niel pulang,L.Joe membuntuti Niel sampai kerumah Niel.
“permisi” ucap L.Joe sambil mengetuk pintu rumah Niel
“siapa?” ucap Niel didalam
“bukakan pintu Niel ! Cepat ! “ ucap L.Joe
Niel pun membukakan pintunya
“kau siapa? Dan bagaimana kau bisa tahu namaku?” Tanya Niel
“anyeong ! Aku L.Joe ^^” ucap L.Joe dengan ramah
“maaf, aku tidak kenal denganmu, dan aku ingin sendiri sekarang” ucap Niel yang akan menutup pintu
“aku adalah orang yang sudah mengambil hati soo rim” ucapL.Joe tiba-tiba
“mwo?” ucap Niel yang tidak jadi menutup pintu rumahnya
“maaf, telah membuatmu kaget seperti ini”
“jadi kau lah orangnya..”ucap Niel
“aku janji,akan menjaga soo rim selamanya dan tidak akan pernah menyakiti hatinya”
“apakah kau bisa memegang janjimu itu?” Tanya Niel
“aku janji”
“baiklah, kau bisa bersama soo rim, dan jangan pernah bilang soo rim kalau aku akan pindah ke luar negeri”jelas Niel
“ne? tapi kenapa?”
“jika dia tau aku pindah, dia akan merasa bersalah terhadapku, dan aku tidak menginginkan itu” ucap Niel
“tidak… aku akan memberitahu soo rim”
“terserah kau! “ ucap Niel yang langsung menutup pintu
xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxxxx
L.Joe pun bergegas kerumah Soo Rim untuk memberitahu tentang kepergian Niel, disaat yang sama Niel sudah berangkat menuju bandara.
“Soo Rim-ah ~ Buka pintunya” ucap L.Joe sambil menggedor pintu rumah Soo Rim
“oppa… ada apa kau”
Belum selesai Soo Rim berbicara,L.Joe langsung menggeret nya ke mobil .
“oppa… wae geurae?” Tanya soo rim bingung
“Niel, akan pergi ke luar negeri” ucap L.Joe sambil terus melajukan mobilnya
Soo rim sontak terdiam dan memalingkan pandangannya ke jendela mobil, ia memegang sabuk pengaman dengan kuat, dia menahan tangisnya.. dia tidak ingin menangis dihadapan L.Joe
Sesampai di Bandara~
Soo rim terus berlari mencari Niel, dan L.Joe mengikutinya di belakang… Akhirnya, Soo rim menemukan niel…
“hya ! Neo.. nappeunnom!” ucap soo rim sambil memukul pelan Niel
“kenapa kau kesini ? aku kan sudah bilang.. jangan memberitahunya bodoh ! “ ucap Niel kepada L.Joe
“mian.. aku hanya tidak ingin soo rim tersiksa hanya karena kau meninggalkannya”jelas L.Joe
“hya ! apakah kau tidak ingin bertemu aku untuk terakhir kalinya? Hm?” ucap Soo rim
“ckckck~ terakhir kali? Hya pabboya, aku hanya keluar negeri selama 1 tahun, dan akan kembali lagi kesini”
“iya, tapi tetap saja aku tidak bertemu denganmu selama 1 tahun ~ Mianhae, aku sudah mengecewakanmu” ucap soo rim sambil memeluk Niel
“sudahlah~ aku sudah memaafkanmu” ucap Niel membalas pelukan soo rim
“ehheemmm….” Deham L.Joe yang secara tiba-tiba
“iya ~ iya ~ aku akan pergi sekarang, soo rim-ah ~ Saranghae ~ ^^” ucap Niel sambil melambaikan tangannya ke soo rim
“ne…. nado saranghae Niel ~ hati-hati dijalan, telfon aku yah ^^” ucap Soo Rim sambil membalas lambaian tangan Niel
L.Joe langsung terdiam dan memalingkan wajahnya dari soo rim, soo rim yang melihat itu hanya tertawa .
“Oppa… wae geurae?” Tanya soo rim dengan polosnya
“walaupun kau temannya.. tapi kan…”
“aahh.. arra,memang kan Niel dari dulu sudah sama aku, jadi kata-kata seperti itu sudah biasa dengan kami.. maklumi yah oppa?” ucap Soo rim sambil menggandeng tangan L.Joe
“ahh.. molla..~ “ ucap L.Joe yang langsung berjalan
“kalau seperti ini pasti tidak marah lagi” ucap soo rim yang langsung mencium pipi L.Joe dengan tiba-tiba
L.Joe sontak berhenti berjalan, dan memandang soo rim dengan sedikit tersenyum..
“coba lakukan sekali lagi… aku tidak akan marah, ayo~” ucap L.Joe sambil menunjuk pipi nya
“disini banyak orang oppa… sudahlah ayo pulang” ucap soo rim sambil menggandeng tangan L.Joe
“tunggu ~” ucap L.Joe sambil menarik tangan soo rim dan langsung mencium bibir soo rim dengan tiba-tiba..
Soo Rim sontak kaget dan langsung mendorong L.Joe
“oppa… disini terlalu banyak orang”
“kau yang memulai duluan, :p” ejek L.Joe yang kembali mencium bibir soo rim
Soo Rim hanya bisa tersenyum dan membalas ciuman lembut dari L.Joe
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar