Laman

Anyeonghaseo !! ^^

Anyeonghaseo !! Welcome to My World ! I'm An ELF, Always love Super Junior, Have Fun with our blog ^^

Minggu, 30 November 2014

Fan Fiction (Angels) Part 1

ANGELS
Author : Kim Vikqry
Genre : Romance, Fantasy, Comedy
Cast :
-  Lee Byung Hun ( L.Joe)
-   Kim Joong Woon ( Yesung )
-   Bang Yongguk
-    Lee Soo Rim ( imagine yourself)
-  Ahn Daniel ( Niel)



xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx

Dan akhirnya, Peri itu menghilang begitu saja dihadapanku..meninggalkan semua kenangan yang pernah kita lakukan bersama… -THE END-
“ckckck.. cerita yang sangat menyedihkan” ucapku sambil mematikan DVD dan beranjak berdiri lalu menuju kamar.
Aku melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai, huft~ sebenarnya sangat capek tapi bagaimana lagi, tuntutan pekerjaan. Oh iya~ perkenalkan, namaku Lee Soo Rim, umurku sekarang 24 tahun. Aku masih kuliah, dan menjadi penulis itu pekerjaan sampinganku. Dan 2 bulan kedepan ini aku dituntut untuk menyelesaikan ceritaku, tapi sampai sekarang, belum satu katapun aku bisa menulis -_- inspirasi ku kosong, maka dari itu aku membeli beberapa kaset drama dan film untuk aku tonton dan aku jadikan inspirasi. Tapi sial, tidak satupun dari drama dan film itu yang sesuai dengan kemauan ku -_-
Keesokan harinya~
Aku bergegas ke kantor karena pimpinan menelfonku untuk datang kesana.. sesampai disana…
“apakah pekerjaanmu belum selesai? Deadline nya 2 bulan lagi tapi kau masih belum menulis apa-apa?” bentak pimpinan redaksiku
“maaf bu, akan saya usahakan untuk segera menyelesaikannya”
“baiklah, waktumu kurang 2 bulan lagi, kalau tidak kau akan aku pecat” bentak pimpinanku
“baiklah” ucapku malas
Aku berjalan keluar kantor sambil mengeluh..
“aiishhh~ kenapa orang tua itu cerewet sekali sih, pasti akan aku kerjakan! Lihat saja!” ucapku
AKu mengeluarkan telfon ku dan menelfon teman dekatku untuk menjemputku ke kuliah
“hya! Dimana kau? Kau tahu sudah jam berapa ini?” bentakku kepada Niel
“pelankan suaramu, ini sudah dijalan”
“palli..palli” ucapku sambil langsung menutup telfonku
Akhirnya~ mobil Niel pun datang…
“pasti ke salon dulu” ucapku sambil memakai sabuk pengamanku
“hehe… seperti biasa, kau kan tau Soo Rim-ah” ucap Niel
“-_- aku lagi kesal”
“wae?” Tanya Niel
“deadline ku kurang 2 bulan lagi tapi aku belum menulis sepatah kata pun” jelasku
“haha.. rasakan sendiri sekarang, dulu kau yang bersih keras untuk bekerja ditempat itu, sekarang kau menyesalinya kan?” ejek Niel
“sudah diam” ucapku sambil memukul tangan Niel
Sesampai dikampus~
“let’s go !!” ucap Niel yang langsung keluar dari mobil sambil memakai kacamata hitamnya -_-
“ckckck.. sejak kapan aku punya teman aneh seperti dia” gumamku
“Soo Rim-ah.. ayo ke kantin” ucap Niel sambil mengalungkan tangannya ke pundakku
“tidak..aku ingin ke kamar mandi dulu, lalu masuk kelas”
“aigoo.. rajin sekali kau, yasudahlah aku tinggal dulu yah” ucap Niel sambil berjalan meninggalkanku
“eitss~ tunggu!”
“wae?” Tanya Niel
“Lepas kacamatamu itu… kau menjijikan sekali” ucapku sambil melepas kacamata Niel
“haha.. ne ne… anyeong!” ucap Niel sambil mencubit pipiku
“iiuuuhh, dasar….~” ucapku jijik lalu berjalan ke kamar mandi


Didalam kamar mandi~
“kau harus terus berusaha Soo Rim… kau tidak boleh menyerah! Ingat ! tujuan hidupmu adalah menjadi penulis! FIGHTING !” ucapku sendiri meyakinkan diriku di depan kaca kamar mandi
Saat aku beres-beres dan akan keluar dari kamar mandi,tiba-tiba ada sehelai bulu yang jatuh tepat dihadapanku, aku sontak kaget dan mengambil bulu itu.
“apa ini? seperti bulu angsa? Tapi ini besar sekali… “ aku terus bertanya-tanya dan keluar kamar mandi
Bulu itu seperti bulu angsa tapi ini lebih besar lagi, besarnya se telapak tanganku dan juga warna nya putih bersih sekali.. karena malas memikirkan itu, jadi aku simpan saja didalam tas ku.
Setelah selesai pelajaran, aku bergegas mencari Niel untuk mengantarku pulang agar aku bisa menulis cerita dengan cepat.. tapi dimana dia? Ahh.. aku tahu..
Aku bergegas menuju ruang kecantikan dikampusku…
“NIEELL !!!” teriakku
“ahh..ooo.. Soo Rim-ah” Niel kaget
“apa yang kau lakukan?”
“hehe… tidak.. aku Cuma” belum selesai Niel menjelaskan aku sudah menarik telinga Niel hingga keluar ruangan itu
“awww… hya hya… sakit!” rintih Niel
“sudah aku bilang kan, jangan bermain dengan para pria disana, mereka itu tidak cocok denganmu!” ucapku sambil melepaskan telinga Niel
“mian.. aku kan cuman ingin creambath disana,lagian gratis pula”
“hya! Kau kapan bisa dewasa? Kau kan bisa melakukannya di salon, lagipula.. cowok apa sih yang sukanya dandan? Iihh… jangan jangan kamu…” ucapku kepada Niel
“hya! Jangan berfikir aneh”.. aku masih normal”
“maka nya, jangan bermain dengan mereka!” ucapku sambil mencubit Niel
“ne ne… -_-“
“kau itu jurusan Musik, seharusnya kau sekarang sedang berlatih dengan teman-temanmu, bukannya malah bermain creambath disana pabboya” ucapku
“ne ne… sudahlah, ayo pulang”
Sesampai dirumah~
“hya! Kau tidak mau masuk dulu? “ tanyaku kepada Niel
“bolehkah?”
“-_- Tidak biasanya kau bertanya seperti itu, biasanya kau langsung masuk dengan seenaknya” ucapku sambil membuka pintu
“hehe…”
Aku menyiapkan makanan di dapur, sementara Niel sudah naik ke atas, ke kamarku terlebih dahulu… ya ya.. pasti kalian berfikir tidak pantas seorang pria memasuki kamar wanita, tapi beginilah aku dan Niel, kita sudah berteman sejak kecil, jadi sudah seperti keluarga sendiri.. lagian, kita sama-sama tinggal sendirian dirumah, Orangtuaku di luar negeri dan kedua orang tua Niel sudah meninggal karena kecelakaan 6 tahun lalu. Jadi kalau dia manja aku sudah tidak kaget.
“ini” aku menyodorkan minum kepada Niel
“wah… wah… kau mengoleksi banyak kaset drama”
“bukan mengoleksi, tapi tuntutan pekerjaan” jelasku
“boleh aku pinjam satu?” Tanya Niel
“boleh, asalkan kau menontonnya disini”
“baiklah!”ucap Niel yang langsung mengambil salah satu kaset itu dan turun kebawah untuk menontonnya.
Aku sendiri dikamar, sebenernya aku sangat ingin menonton drama itu dengan Niel karena kebetulan drama itu belum aku lihat, tapi bagaimana, aku harus menulis sekarang, jika tidak , tidak ada waktu lagi. Aku bingung!
“nonton drama? Kerjakan naskah? Nonton drama? Kerjakan naskah?” ucapku bingung
Akhirnya aku memutuskan keluar kamar dan turun kebawah untuk menonton drama… hehe… saat aku keluar dari pintu kamar.. tiba-tiba ada bulu yang jatuh dari atas kehadapanku.. akupun mengambilnya.
“Ya Tuhan ! apa ini? bulu lagi? Tapi ini berwarna hitam pekat?”aku sontak kaget
Aku sangat bingung dan terus membawa bulu itu kebawah dan ingin aku tunjukkan kepada Niel, akupun menaruh nya di saku bajuku
“Soo Rim-ah.. kemari! Drama nya bagus sekali!” ajak Niel
“ahh.. ne.. hya! Niel, kau tahu ini apa?” ucapku sambil mengambil bulu itu
“lhoo… kok tidak ada? Dimana tadi yah?” ternyata bulu itu tidak ada di saku ku..
“kau mau menunjukkan apa ?” Tanya Niel
“ahh… tidak jadi”
Aku berfikir sejenak, perasaan aku sudah menaruhnya disaku, tetapi kok tidak ada, walaupun sekarang aku bercerita ke Niel pasti dia akan menertawakanku karena ini tidak masuk akal.

xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx

Sudah 1 minggu berjalan sejak deadline ku ditentukan dan aku belum menulis sepatah kata pun. Ya Tuhan ! Aku tidak bisa berfikir sama sekali!
Aku berjalan malas menuju kelas, tak sengaja seseorang menabrakku.
“ahh, mian” ucap pria itu sambil membereskan bukuku
“ne.. gwenchana” ucapku
“kau baik-baik saja?” Tanya Pria itu
Aku sontak terdiam, karena pria ini adalah pria yang aku sukai dikelas.. aku tersenyum kepada pria itu.
“ne, aku baik baik saja” ucapku
“baiklah, sampai bertemu lagi” ucap pria itu lalu meninggalkanku
“bertemu lagi? Akankah kita bisa dekat seperti ini lagi? Hihi ^^” ucapku bahagia sambil terus berjalan.
Tiba-tiba jalanku terhenti, ada bulu yang serupa seperti yang lalu jatuh tepat dihadapanku!
“Omo ! apa lagi ini? dan sekarang berwarna merah hati? -_-“
Aku mulai curiga, jangan-jangan ada seorang penguntit yang sedang mengincarku, aku langsung memasukkan bulu itu ditasku dan berlari menuju kelas.

xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx

Sudah 2 minggu ~
Waktu terus berjalan dan aku masih menulis judul cerita nya -_- aku duduk dimeja komputerku sambil melamun memikirkan apa yang akan aku tulis. Tiba-Tiba aku terpikir tentang 3 bulu itu, akupun mengambilnya dari tasku dan duduk kembali di meja komputerku
“ini apa yah? Tidak mungkin ada penguntit… lagian, apakah dia tidak punya pekerjaan untuk memberiku bulu-bulu ini.. tapi kalo dilihat-lihat bulu ini bagus juga” ucapku sambil memandang terus bulu ini.
“Ya Tuhan, berilah aku suatu inspirasi !!” ucapku sambil mengangkat tanganku ke atas…
“huft~ baiklah, sebaiknya aku tidur dulu!” ucapku sambil menuju kasur
Saat aku memakai selimut dan akan mematikan lampu ada suatu cahaya dari atas atap kamarku, aku masih terus diam di tempat tidur… lalu tiba-tiba cahaya itu menghilang.. akupun langsung bergegas menutup mataku.. tak lama ada sesuatu terjatuh tepat disebelahku.
BRUK~
“aww” suara rintihan
Akupun sontak melototkan mataku dan melihat kesamping kiriku, aku seketika berteriak…
“AAAAHHHHH!!!” teriakku sambil menutup mataku
“hya! Hya! Tunggu… aww sakit sekali” ucap pria disebelahku yang merintih kesakitan
“apa yang kau lakukan disini!!!” ucapku sambil memukul pria itu dengan bantal
Tak lama… ada cahaya hitam tepat disebelahku…  dan munculah seorang pria
“HYA ! siapa kalian !! “ ucapku berteriak
“Perkenalkan… Aku peri Keburukan .. HAHAHA ! “ ucap pria berbaju hitam itu disebelahku
“Perkenalkan.. Aku peri Kebaikan… HIHIHIHI !” ucap Pria yang masih berbaring di sebelahku
Lalu tiba-tiba kedua pria itu berdiri melayang dihadapanku dan bergandengan tangan -..-
“Kami dikirim untuk melindungimu” ucap pria berbaju putih
“hya ! neo pabboya ! kita dikirim untuk mengganggumu!” ucap pria berbaju hitam
“hya ! Neo ! “
Kedua priaitu berkelahi tidak jelas. Aku hanya melihat mereka dengan wajah polos -_-
“ bagaimana kalian bisa ada disini ! PErgi ! “ teriakku
“Hya ! neo pabboya ! kau yang memanggil kami kesini” ucap pria berbaju hitam
“aku? Naega eonje?!!” belum selesai aku berbicara ada sesuatu yang berat menimpa badanku dari atas di tempat tidur
“awww, ini apa lagii!!!” rintihku
“ahh, mian mian.. aku tidak hati-hati” ucap pria yang sekarang ada di atas badanku
Aku terdiam melihat pria ini, mataku dan matanya bertatapan sangat tajam. Untung saja aku cepat sadar dan mendorong sekuat tenagaku.
“Minggir!” ucapku
Lalu pria itu melayang mendekati pria berbaju hitam dan putih itu, iya.. pria itu berbaju pink? Oh, God ! bisakah kau membangunkanku dari mimpi buruk ini? -_-
“tidak, aku pasti sedang mimpi kan? Setelah aku bangun kalian tidak akan ada lagi kan? Baiklah, aku akan tidur lagi.. “ ucapku lalu merapatkan selimutku dan memejamkan mataku
TIDAK BISA !
Aku bangun dan ketiga pria aneh itu masih melayang dihadapanku…
“Tidak, aku belum mati.. andwae!!” ucapku sambil menutup wajahku
“ckckck… cantik tapi bodoh, kau pikir kami ini malaikat pencabut nyawa apa -_-” ucap pria berbaju hitam
“sudah.. diamlah!” ucap pria berbaju putih
“Hey babe… what are you doing? We are here for help you, hm?” ucap pria berbaju pink itu sambil mendekatiku
“Tenanglah, kami akan jelaskan!” ucap pria berbaju putih itu sambil duduk disampingku
“kalian siapa? Aku takut…” ucapku
“jangan takut, kami disini memang untuk membantumu” tegas pria berbaju putih
“Baiklah, kita akan perkenalkan jati diri kita yang sebenarnya, Perkenalkan.. aku peri kebaikan, panggil saja aku Yesung” ucap pria berbaju putih itu sambil mengulurkan tangannya
“ahh.. nn.. ne…” aku membalas salamnya dengan gugup
“Aku peri keburukan, Bang Yongguk! Ingat itu, hm? Jika kau ingin berbuat buruk aku sangat siap membantumu! HAHAHA !” ucap Yongguk senang
“Dasar kau!” ucap Yesung sambil menjitak kepala Yongguk
“ahh, yee.. yee…” ucapku masih gugup
“dan kau?” ucapku sambil menunjuk pria berbaju pink itu
“ahh, aku sampai lupa… Hello, I’m Love Angel.. My Name is L.Joe.. “ ucap pria itu dengan bahasa inggris yang sangat fasih
“sudahlah… berbahasa biasa saja kau, jangan terlalu memamerkan bahasa inggris mu itu” ucap Yongguk sinis
“When you falling in love with someone, I Already for help you babe.. “ ucap L.Joe sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan senyumnya yang manis :D
“oo… baiklah”
“lalu?” Tanya Yongguk
“lalu apa?” ucapku bingung
“kita harus tidur dimana? Kita akan makan apa? Hm?” Tanya Yongguk
“apa-apaan kau ini,kita tidak boleh menyusahkan manusia, jika itu terjadi kita akan dihukum bodoh !” ucap Yesung Marah
“huh! Baiklah.. dasar cerewet!” gumam Yongguk
“kalian bisa tidur dimana memangnya? Aku kan tidak tahu kehidupan seorang peri” ucapku
“itu mudah! Bawa sebuah kotak dan 3 bulu yang kau temukan kemarin” ucap Yesung
“baiklah!”aku menuruti dan mengambilakan sebuah kotak dan 3 bulu itu
“oke! Kita bisa tidur disini..” ucap Yesung
“baiklah, lanjutkan tidurmu sayang, besok kita akan bertemu lagi.. bye babe” ucap L.Joe yang terakhir masuk dalam kotak…
Didalam kotak itu terdapat 3 bulu itu dan 3 cahaya dengan warna yang berbeda… aku masih takjub dengan semua ini sehingga aku masih belum menutup kotak ini…
“haha, lelucon macam apa ini, aku masih tidak percaya” ucapku lalu menutup kotak itu dan menaruh disebelah kasurku
Keesokan harinya~
Aku bergegas keluar rumah karena Niel sudah menungguku didepan.. Aku sangat terburu-buru sehingga aku lupa untuk mengunci pintu rumah. Dan sialnya, aku baru ingat saat sudah sampai dikampus..
“yahh Niel… bagaimana ini, rumahku lupa aku kunci” ucapku
“sudah tenang..tidak akan ada maling kok”
“bener?” ucapku ragu
“iya… daerah disitu sangat aman!”
“baiklah” ucapku
“hey Niel, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu” ucapku sambil menarik tangan Niel
“ada apa?”
“ada sesuatu yang aneh terjadi padaku” ucapku pelan
“apa itu?”
“Ada 3 peri menghampiriku dan sekarang mereka ada dirumahku” ucapku berbisik ditelinga Niel
“mwo? Hahaha… kau bercanda!” ucap Niel
“hya! Kau tidak percaya kepadaku?”
“hey.. dijaman yang sudah modern ini mana mungkin masih ada seperti itu say… “ ucap Niel santai
“tapi..”
“sudahlah.. ayo masuk!” ajak Niel
“hmm”
Jam pelajaran telah usai, Niel mengajakku belanja beberapa bahan makanan di supermarket. Setelah kita berbelanja, kita pulang menuju rumahku untuk memasak makanan. Sesampai dirumah, pintu sudah terkunci, aku bingung, perasaan tadi belum aku kunci
“Nah itu kan kau kunci beb?” Tanya Niel
“nggak… aku sangat ingat aku lupa menguncinya, tapi ini….
“Sudahlah, ayo masuk!” ajak Niel..
“pasti para peri yang menguncinya,gomawo..^^” batinku dalam hati
“yey.. memasak!” ucap Niel
“baiklah.. aku keatas sebentar yah, jangan lupa masakannya diberi garam.. -_- kau selalu lupa bahan yang sangat penting itu NIEL!” ucapku sambil berlari menuju kamarku
“iya.. aku tidak akan lupa lagi” ucap Niel yang memulai memasak
Aku masuk kamarku perlahan… aku takut membangunkan ke-3 peri itu.. aku pelan-pelan memegang kotak itu dan membukanya… dan …
“lho… kok cahayanya hilang? Apakah mereka sudah pergi?” ucapku bingung
“aku disini!” ucap Yongguk yang sedang duduk diatas lemari
“hya! Apa yang kau lakukan? Dan bagaimana bisa kau keluar?” tanyaku
“dasar bodoh ! kau tidak menutup kotaknya dengan rapat, jadi kita bisa saja keluar”
“huh! Ucapanmu selalu kasar.. “ ucapku lalu pergi meninggalkan Yongguk
“heyy.. bukan seperti itu… huft~ sebetulnya aku ini orang yang baik” gumam Yongguk
Aku berjalan menuruni tangga, dan aku lupa kalau aku ingin ganti baju, tapi bagaimana, dikamar ada Yongguk -_- aku memutuskan untuk ke kamar lagi.
“hey! Pergilah dari sini sebentar, aku mau ganti baju”Ucapku
“ganti baju? Silahkan saja.. aku tidak akan melihat kok”ucap Yongguk Santai
“dasar! Tukang intip!” ucapku sambil melempar sepatu ke Yongguk
“Aku tidak seperti itu bodoh!” ucap Yongguk kasar
“DIAM KAU !” ucap Yesung yang tiba-tiba datang dari luar jendela
“aisshh… hya hyung! Kenapa kau selalu datang sih!” ucap Yongguk
“keluar! “ ucap Yesung sambil mengeluarkan api dari jarinya lalu diarahkannya ke Yongguk
“iya iya… “ ucap Yongguk sambil memegangi pantat nya karena terkena api
“baiklah… sekarang kau aman!” ucap Yesung kepadaku
-_____-“
“KAU JUGA KELUAR !!!!” teriakku kepada Yesung
“ahh iya,.. aku lupa.. heheehe…” ucap Yesung yang langsung menghilang
“huh, dasar.. peri-peri apa itu… bodoh sekali” ucapku sambil melepaskan bajuku
Tiba-Tiba~~
“hey babe…” ucap L.Joe yang tiba-tiba keluar dari dalam kotak
“HHHHYYAAAA!!!! NNEEOOOO !” teriakku kepada L.Joe sambil memakai kembali bajuku
“hey.. what’s wrong?” Tanya L.Joe polos
“what’s wrong you say!!!! GET OUT !!!!”
L.Joe dengan wajah polosnya langsung meninggalkanku
Niel yang mendengar suara teriakkanku sontak berlari menghampiriku..
“Soo Rim-ah… ada apa?” ucap Niel sambil berusaha membuka pintu kamarku
“hey.. gadis itu kan sedang ganti baju, kenapa pria ini berusaha membuka pintu kamarnya… dasar! Tukang Intip!” ucap Yongguk yang sedang melihat Niel dari atas atap..
“Baiklah… akan aku beri dia pelajaran” ucap Yongguk sambil turun dan memegangi bibir Niel
“mmm… mmm… “ Niel berusaha berbicara, Tapi mulutnya tidak bisa terbuka…
“HAHAHAHA!” Yongguk tertawa bahagia
“rasakan ini!” ucap Yongguk sambil menjambak rambut Niel
“aaawww” teriak Niel
Aku yang mendengar Niel berteriak langsung membuka pintu kamarku…
“ada apa Niel?” tanyaku
“hey.. dirumahmu banyak hantunya!”
“hantu? Haha.. mana mungkin” ucapku santai
“iya… mulutku tadi tiba-tiba tidak bisa terbuka,lalu ada yang menjambakku!” jelas Niel
“hey… pasti kau kan yang melakukannya ?!” ucapku sambil menunjuk Yongguk yang berdiri disebelah Niel
Yongguk hanya diam dan tersenyum sinis…
“siapa? Tidak ada siapa-siapa kok” ucap Niel bingung
“kau tidak lihat? Dia disini! Yang melakukan itu kepadamu!” ucapku sambil menunjuk Yongguk
“Soo Rim-ah… kau harus kedokter..ayo kuantar” ucap Niel
“hya.. apakah kau tidak melihatnya?” tanyaku
“apa? Tidak ada siapa-siapa!”
“Tapi…” belum selesai aku berbicara, Niel sudah menggandengku turun tangga
Niel memintaku untuk membantunya memasak, dan disela-sela kami memasak, kami membicarakan hal-hal yang lucu sehingga membuat kami tertawa bersama…
“oh damn ! you’re a bad boy!” ucap L.Joe yang melihat kami
“ada apa?” Tanya Yesung
“lihatlah Hyung, mereka tidak boleh seperti itu” jelas L.Joe
“haha… biarlah, oh iya, kau kan Angel of Love, kenapa tidak kau tembakkan saja panah cupid kepada mereka?”
“haha… panah cupid? Oh man, dengan pria jelek itu? Tidak.. aku tidak mau” ucap L.Joe
“memangnya dia jelek yah?” ucap Yesung sambil menunjuk Niel
“YES !”
“-_-, yasudahlah, terserah kepadamu” ucap Yesung yang langsung pergi
Aku dan Niel sudah selesai memasak, dan juga selesai memakannya… hari sudah larut, aku mengantar Niel ke depan untuk pulang.
“apakah kau tidak apa-apa?” Tanya Niel
“wae?”
“dengan hantu-hantu itu” ucap Niel sambil sedikit takut
“haha… mereka bukan hantu”
“lalu?” Tanya Niel bingung
“sudahlah… hati-hati dijalan.. anyeong!” ucapku kepada Niel
“hmm…. Anyeong”
Akupun masuk kedalam rumah, dan sudah menyisingkan lengan bajuku untuk memberikan pelajaran kepada ke-3 peri bodoh itu…
“awas kalian !”
Aku langsung membuka kotak itu dan mengeluarkan peri-peri itu…
“peri-peri tampan…keluarlah” ucapku sambil ingin muntah.. menyebut mereka tampan? Oh God.. mereka itu bodoh sekali, gumamku dalam hati
“aigoo.. akhirnya kau memanggil kami” ucap Yesung
“huh! Kau mengganggu tidurku!” ucap Yongguk sambil menguap
“Good Night darling, what are you doing?” ucap L.Joe sambil langsung duduk disebelahku
“Baiklah… untuk kesalahan tadi siang aku maafkan” ucapku
“hhmmm” ucap ke-3 peri itu
“oke… aku masih belum percaya ini, dan masih banyak sekali pertanyaan untuk kalian dariku”
“baiklah… kita akan menjawabnya” ucap Yesung
“oke… perkenalkan namaku Lee Soo Rim”
“ohh.. A Beautiful name babe.. I Like it!” ucap L.Joe
“dan apa yang akan kalian lakukan disini? Apakah kalian akan selamanya berada disini?” tanyaku
“tidak.. kami ditugaskan untuk membantu segala urusanmu dan setelah itu selesai kita pergi” jelas Yesung
“tapi diantara banyak manusia, kenapa aku yang kalian pilih?”
“eehhemmm” deham Yongguk
“ada apa?” tanyaku
“Belum waktunya kau untuk tau…” jelas Yesung
“kenapa?”
“sudahlah… sebaiknya kau Tanya yang lain” ucap Yongguk
“apakah kalian benar-benar peri?”
“kau meragukan kami say? Oohh.. aku sangat kecewa”ucap L.joe
“jelas.. kami adalah peri” jelas Yesung
“bukan begitu… tapi biasanya di cerita dongeng, peri itu seorang perempuan yang cantik, tapi kalian….”
“jika peri perempuan dia hanya bisa memberimu 3 permintaan kepadanya lalu ditinggal pergi, kalau kami tidak, kami ditugaskan untuk melindungimu dan memberimu kekuatan” jelas Yesung panjang lebar
“hmm… dan sebenarnya aku adalah peri baik!” Yongguk tiba-tiba berbicara
“ohh begitu… oh iya, apakah kalian hanya bisa terlihat oleh ku? Untuk manusia yang lain, mereka tidak bisa melihat?” tanyaku
“hmm, that’s right!” ucap L.Joe
“lalu, siapa pria yang bersamamu tadi itu? Dia jelek sekali…” ucap L.Joe mengejek
“dia adalah teman sejak kecilku, kemanapun aku berada dia pasti ada disana..” jelasku
“lalu?” Tanya Yesung
“hmm, semenjak kejadian 6 tahun lalu, aku adalah keluarga satu-satunya untuk Niel, kedua orang tua nya meninggal dalam kecelakaan” jelasku
“ahh… begitu” ucap Yongguk
“ah.. satu lagi… kalian kan peri.. seharusnya waktu datang pertama kali dihadapanku waktu itu, kalian seharusnya bersikap seakan-akan kalian itu menakutkan, tapi kalian tidak…semua jatuh dengan sangat memalukan dikasurku -_-“ ucapku dengan wajah polos
“hahaha… maaf, kami tidak siap!” tawa Yesung
“hmm, iya..kami langsung saja turun dari langit tanpa persiapan, jadi seperti itulah” ucap Yongguk
“hahaha… ada-ada saja” tawaku
“baiklah, selamat datang dirumah ku yang sangat nyaman ini ^^” terangku kepada ke-3peri itu
Keesokan harinya~
Niel datang menjemputku, tapi sekarang hari Minggu, kenapa Niel datang kesini?
“Soo Rim-ah.. ayo kita pergi!!” teriak NIel dari lantai bawah
Aku yang mendengar suara Niel langsung bergegas turun kebawah.. Tapi, para peri itu ingin ikut denganku, baiklah, akan aku ajak mereka untuk melihat dunia luar juga.
“ada apa Niel?”
“ayo.. jenguk orangtuaku” jelas Niel
“ahh,baiklah”
AKu tahu maksud teman lamaku ini, sudah beberapa bulan ia tidak mengunjungi makam kedua orangtuanya, dan alasan mengapa dia mengajakku akupun sudah sangat tahu, dia pasti mencariku saat dia ingin menangis.
Kami berjalan menuju makam orangtua Niel, dan Niel menghentikan langkah kakinya.
“wae Niel?”
“kita pulang saja” ucap Niel
“hey.. kau sudah jauh-jauh datang kesini? Ada apa?”
“ karena kecerobohanku , aku jadi sendirian sekarang” jelas Niel
“sudahlah Niel, lupakan itu, sebaiknya kita kesana dulu”ucapku sambil menunjuk makan orangtua Niel
Akhirnya, Niel mau juga mendekati makam kedua orangtuanya. Setelah selesai, kami berjalan ke mobil untuk pulang. Tapi, Niel menghentikan langkahnya untuk kedua kalinya.
“wae tto ??” tanyaku
Niel langsung terduduk lemas dibawah, aku yang melihat itu sontak kaget dan menolong Niel berdiri
“Mianhae ….” Ucap Niel sambil menangis
Aku sangat iba dengan Niel, tak terasa air mataku juga mulai menetes..
“itu bukan salahmu Niel-ah.. ini sudah takdir untuk mereka, mereka tidak pernah membencimu.. tenanglah” ucapku sambil memeluk Niel
“Tapi tetap saja, aku membunuh mereka”
“sudah.. CUKUP! Jangan menyalahkan dirimu terus, aku sudah sangat lelah untuk merasakan rasa bersalahmu ini Niel… sudah berapa kali aku bilang untuk tidak terus memikirkan itu, aku lelah jika kau terus seperti ini!” sentakku kepada Niel
“Soo Rim-ah…”
“sudahlah, ayo pulang” ucapku sambil berdiri meninggalkan Niel
“Mianhae…” ucap Niel sambil menarik tanganku dan memelukku
“aku sudah menganggap orangtuamu sebagai orang tuaku juga, jadi jika kau seperti ini terus, aku juga ikut merasa bersalah Niel” jelasku
“hanya kau satu-satunya keluargaku sekarang Soo Rim” ucap Niel sambil mengeratkan pelukannya
“hmm, iya… aku, orangtuaku adalah keluargamu” ucapku menenangkan Niel
-_____-“
“dasar, MODUS !” gumam L.Joe
“hey.. mereka sedang dalam kesusahan “ jelas Yesung
“tetap saja… aku tidak setuju!”
Aku dan Niel masuk mobil dan bergegas untuk pulang, tapi aku mencari ke-3 peri itu, kenapa mereka tidak cepat masuk mobil? Aku membuka kaca mobil dan melihat sekitar tapi sepi.. Tiba-tiba, mereka sudah duduk dibelakang -_-
“terima kasih, sudah membukakan kaca mobil untuk kami” ucap Yesung
Aku hanya mengangguk dan tersenyum
Setelah mengantarku pulang, Niel bergegas ke kampus untuk mengerjakan skripsi, sementara aku bergegas mengerjakan naskahku. Aku sudah menulis separuh naskah itu, dan cerita yang aku tulis adalah apa yang terjadi kepadaku sekarang, yaitu bertemu ke-3 peri yang bodoh tapi juga tampan ini ^^ aku tertawa sendiri saat menulis naskahku, karena kupikir ini akan menjadi cerita yang laris manis.
“hey babe.. why you laugh alone?” ucap L.Joe yang tiba-tiba
“Omo! .. kau mengagetkanku saja”
“apa yang sedang kau kerjakan?” ucap L.Joe sambil mengambil kursi dan duduk didekatku
“kau kan tahu jika aku penulis, jadi yang aku kerjakan adalah menulis naskah”
“ahh.. begitu.. baiklah, aku akan menemanimu disini” ucap L.Joe
“terserah kau saja” ucapku sambil terus melanjutkan pekerjaanku
Beberapa jam kemudian, aku tertidur didepan computer, sangat lelah sekali, begitu juga L.Joe yang juga tertidur disebelahku.
“sangat menyedihkan sekali hidupmu Soo Rim… aku akan menjagamu selama aku bisa” ucap L.Joe yang sudah terbangun sambil menyilakan  rambut yang menutupi wajahku
Aku membuka mataku pelan-pelan dan merasakan apa yang L.Joe lakukan.
“kenapa dengan hidupku?” tanyaku
“kau ingin tahu?” Tanya L.Joe yang tepat didepan wajahku
“hmmm” anggukku
“maka dari itu, kau harus bisa menemukan pendamping hidupmu secepatnya, agar kau bisa segera tahu” jelas L.Joe
“tapi kenapa seperti itu?”
“akan aku jelaskan jika kau sudah menemukan pendamping hidupmu” ucap L.Joe sambil mencium keningku
Aku hanya terdiam dan terus memikirkan apa yang dikatakan peri cinta itu tanpa aku sadari jika keningku dicium olehnya.. aku tertidur lagi dimeja computer, dan L.Joe memindahkanku ke kasur
“have a nice dream babe” ucap L.Joe sambil memakaikan selimut kepadaku

xxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx

Sudah 1 bulan berjalan semenjak deadline ku ditentukan dan kebersamaanku dengan ke-3 peri itu… Aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri, apalagi Yesung, dia adalah peri yang sangat baik, dia menasehatiku, memberiku saran dan membantu mengerjakan naskahku ^^ lalu Yongguk?
Haha… dia adalah peri yang jail, tapi lucu juga.. kadang-kadang menyebalkan tapi memang itulah tugasnya, menjaili orang :D dan untuk L.Joe.. eumm, karena dia peri cinta maka aku maklumi jika dia sangat sayang kepadaku, jadi aku sangat dekat dengannya, bahkan kita juga tidur bersama :D
--------------------------------------
Aku berjalan di ruangan yang sangat gelap, sehingga aku tidak bisa melihat apa-apa… tiba-tiba ada 3 cahaya yang muncul dihadapanku.. dan ke-3 cahaya itu berubah menjadi peri-peri yang sedang ada dirumahku sekarang…
“Yesung,L.Joe, Yongguk oppa” ucapku senang
Tapi kenapa ekspresi mereka sedih, ada apa dengan mereka.. lalu mereka terus berjalan, aku terus mengikuti mereka.. dan sampailah aku disebuah taman yang sangat indah, bahkan ini yang terindah didunia menurutku.. Aku mencari ke-3 peri itu, tapi tidak ada…
Tiba-tiba.. muncullah seorang wanita dari atas dan mendarat tepat dihadapanku.. aku hanya bisa takjub melihatnya.. sangat cantik.. wanita ini sangat cantik
“kau siapa?” tanyaku
“kemarilah sayang… peluklah aku sebentar” ucap wanita itu
Aku mendekat dan memeluk wanita itu.. sangat nyaman, seperti pelukan eomma.. saat aku berpelukan dengan wanita itu, tiba-tiba sayap yang sangat lebar membentang di punggung peri itu… sangat lebar, putih bersih dan tentunya sangat Indah…
“dengarlah anakku, kau akan bahagia walaupun banyak sakit yang akan kau alami nanti” ucap wanita itu tiba-tiba
“maksudnya?”
“lihatlah mereka.. mereka tidak akan terus bersamamu, dan kau harus ingat itu” ucap wanita itu sambil menunjuk Yesung, L.Joe dan Yongguk
“mereka akan satu persatu menghilang setelah tugas mereka selesai” jelas wanita itu
“tapi…”
“Awal dan akhir cerita hidupmu , kaulah yang merangkai sendiri” jelas wanita itu
“apa maksudnya?” tanyaku
Tiba-tiba ketiga peri itu menghilang satu persatu dihadapanku..
‘ANDWAE !!” teriakku
Aku terbagun dan langsung duduk ditempat tidur … aku sangat takut, dan nafasku terengah-engah. Kenapa mimpiku buruk seperti ini? tidak mungkin, mereka tidak mungkin pergi.. aku bergegas turun kelantai bawah dan mencari mereka.. aku berteriak keras memanggil nama mereka, tapi tidak ada satupun yang muncul, akupun menangis dikursi sambil menutupi wajahku
“hey babe, what’s wrong?” L.joe tiba-tiba datang
“tidak apa-apa, cuma…. “
“wae geurae? Ceritalah..” ucap L.Joe
“aku mimpi buruk..” ucapku yang langsung memeluk L.Joe
“----------“ L.Joe sontak kaget karena tiba” aku memeluk nya
“kenapa mimpi itu buruk sekali? Di mimpi itu kalian semua menghilang meninggalkanku, apakah kalian benar-benar akan meninggalkanku?”
“eumm… sebaiknya kau tenang dulu,hm?” ucap L.Joe sambil mengelus rambutku
“aku tidak mau sendiri disini, eomma appa belum mengunjungiku sampai saat ini, dan aku hanya punya kalian yang menemaniku disini”  jelasku
L.Joe hanya diam membisu mendengarkan perkataanku.

xxxxxxxxxXXXXxxxxxxxxxx

“Sepertinya aku tidak bisa kembali ke dunia peri lagi” ucap L.Joe kepada ke 2 teman perinya.
“haha.. apa kau bercanda?” ucap Yongguk
“hei kau ! apa yang kau bicarakan?” sentak Yesung
“apa kalian tega meninggalkan gadis itu sendiri?”
“tugas kita disini hanya untuk membantu sampai dia bisa bahagia, apa jika kau terus disini, kau akan membuatnya bahagia?” sentak Yesung lagi
“maaf… aku sudah membulatkan keputusanku untuk tinggal di bumi” tegas L.Joe
“tidak bisa, bahkan ratu tidak akan membiarkanmu berbuat seperti ini” jelas Yongguk
“maka dari itu.. sebaiknya aku tidak memberitahumu tentang masalah yang akan dihadapinya di masa yang akan datang” ucap Yesung
“tapi hyung… aku tidak bisa…” belum selesai L.Joe berbicara, Yesung memutuskan pembicaraan
“sudahlah.. jangan menuruti rasa iba mu, kau adalah peri cinta, dan tugas mu hanyalah membatu orang yang sedang jatuh cinta, arraseo?” jelas Yesung
“hmm, tugasku adalah membatu orang yang sedang jatuh cinta, dan aku akan membantu diriku sendiri” pungkas L.Joe
“mwo??!!” Yongguk kaget
“jadi maksudmu??!! Kau…”
“hm, aku jatuh cinta kepada Lee Soo Rim” jelas L.Joe singkat
“YYYEEE???!!!” Yongguk dan Yesung kaget
“NEO MICYEOSO JIGEUM !!” teriak Yesung
“mian hyung, aku akan tinggal disini untuk Lee Soo Rim” jelas L.Joe
“kau tahu kan resiko terbesar ketika kau melepaskan sayapmu?” Tanya Yongguk
“hmm, aku tahu”
“lalu kenapa kau ingin melakukan hal yang bodoh, HAH !” pungkas Yesung
“ahh, molla ~ “ ucap L.Joe yang langsung menghilang
“hyaa !! Nappeun namja ! “ erang Yesung

Keesokan Harinya~
Aku masih bingung dengan mimpiku semalam, aku terus memikirkannya. Ini harus diselesaikan, bagaimanapun juga.. Oh iya~ ngomong-ngomong hari ini orangtuaku datang dari luar negeri, ^^ beberapa bulan yang lalu mereka sudah telefon aku jika mereka akan datang bulan depan, dan hari ini adalah hari bahagiaku :D aku menyiapkan berbagai makanan, membersihkan rumah dan pekerjaan rumah lainnya. Karena aku kelelahan, aku pun tertidur di sofa ~

“chagiya ~ bangun, ini eomma” .. Aku membuka mataku, dan sudah ada eomma dan appa dihadapanku. Aku langsung memeluk mereka berdua
“bagaimana keadaanmu sayang?” Tanya appa
“aku sangat baik appa, tapi kenapa kalian lama sekali datang kesini, aku sangat rindu kepada kalian” ucapku sambil memeluk eomma appaku lagi
“maafkan kami nak, kami tidak bisa menjagamu dengan baik” ucap eomma
“wae eomma? Kalian adalah orangtua terbaikku”
Tiba-tiba eomma appa berdiri dan melepaskan pelukanku
“wae geurae?” tanyaku bingung
“Jadilah anak yang berguna, eomma appa sangat mencintaimu” ucap eomma appa yang mencium pipiku
“pasti eomma, appa… tapi ada apa?” tanyaku masih bingung
Eomma dan appa langsung berjalan membelakangiku.. aku terus mengikuti mereka, entah kemana, aku terus mengikuti mereka. Sampai ada cahaya yang sangat terang dihadapan eomma dan appa.
“Selamat tinggal nak, eomma dan appa mencintaimu” ucap eomma sambil menangis
“eomma, aku ikut!”
“ini bukan tempatmu, pergilah ketempat yang benar” ucap appa
Eomma dan appa masuk ke dalam cahaya terang itu, dan setelah itu, cahaya itu menghilang begitu saja
“mwoya?” ucapku lemah
“ige mwoya ??!!” ucapku terduduk dilantai
“AAANNNDDWWAAEEE !!!” tangisku pecah

Tak terasa air mataku menetes dan aku terbangun. Mimpi buruk.. lagi. Tapi kenapa ini lebih menyeramkan dari sebelumnya? Aku terus menangis, tidak mungkin mereka meninggalkanku, tak ada alasan eomma dan apaa meninggalkanku begitu saja, mereka pasti baik-baik saja. Sudah jam 11 malam, tetapi kenapa eomma dan appa belum kunjung datang. Aku terus khawatir, menunggu dan menunggu hanya itulah yang aku lakukan sekarang. Sambil menunggu, aku menuju kamarku untuk berganti pakaian, tapi saat aku ingin membuka pintu, aku mendengar percakapan ke-3 peri itu didalam kamarku

“sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini semua dari Soo Rim?” ucap L.Joe
“ini belum saatnya, ratu peri belum memerintahkan kita untuk memberitahunya” jelas Yongguk
“Tapi kalian tidak harus seperti ini….”
“Aku tidak tega untuk mengatakannya…” ucap Yesung
“tapi sampai kapan… sementara laki-laki itu juga sudah tahu kalau orang tua Soo Rim sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat satu bulan yang lalu” jelas L.Joe
“hey ! pelankan suaramu… soo rim bisa dengar”
“mwo?” ucapku lemah sambil membuka pintu
“So…So..Rim-ah…” ucap L.Joe terbata-bata
“Lee Soo Rim…” ucap yesung lemah
“apa yang kalian barusan katakan?” tanyaku lemah
“ahh.. bukan.. itu….” Yongguk tidak bisa melanjutkan kata-katanya
“KATAKAN !!!!!!!!!!!” teriakku sambil menangis
“Soo rim….” Ucap Yesung iba
“WAEE !!!!!! WAEE !!!!!!!! KENAPA KALIAN SEMUA SEPERTI INI KEPADAKU HAH ! WAE !!!!” teriakku sambil menangis dan terduduk dilantai
“maafkan kami Soo Rim-ah.. kami tidak memberi tahu mu lebih awal” ucap Yesung sambil mengusap air matanya

“kami tidak bermaksud begitu, mianhae” ucap L.Joe yang juga meneteskan air matanya

TO BE CONTINUED~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar