ANGELS
Author : Kim Vikqry
Genre : Romance, Fantasy, Comedy
Cast :
- Lee Byung Hun ( L.Joe)
- Kim Joong Woon ( Yesung )
- Bang Yongguk
- Lee Soo Rim ( imagine yourself)
- Ahn Daniel ( Niel)
xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
Dan akhirnya, Peri itu menghilang begitu saja
dihadapanku..meninggalkan semua kenangan yang pernah kita lakukan bersama… -THE
END-
“ckckck.. cerita yang sangat menyedihkan” ucapku sambil
mematikan DVD dan beranjak berdiri lalu menuju kamar.
Aku melanjutkan pekerjaanku yang belum selesai, huft~
sebenarnya sangat capek tapi bagaimana lagi, tuntutan pekerjaan. Oh iya~
perkenalkan, namaku Lee Soo Rim, umurku sekarang 24 tahun. Aku masih kuliah,
dan menjadi penulis itu pekerjaan sampinganku. Dan 2 bulan kedepan ini aku
dituntut untuk menyelesaikan ceritaku, tapi sampai sekarang, belum satu katapun
aku bisa menulis -_- inspirasi ku kosong, maka dari itu aku membeli beberapa
kaset drama dan film untuk aku tonton dan aku jadikan inspirasi. Tapi sial,
tidak satupun dari drama dan film itu yang sesuai dengan kemauan ku -_-
Keesokan harinya~
Aku bergegas ke kantor karena pimpinan menelfonku untuk
datang kesana.. sesampai disana…
“apakah pekerjaanmu belum selesai? Deadline nya 2 bulan lagi
tapi kau masih belum menulis apa-apa?” bentak pimpinan redaksiku
“maaf bu, akan saya usahakan untuk segera menyelesaikannya”
“baiklah, waktumu kurang 2 bulan lagi, kalau tidak kau akan
aku pecat” bentak pimpinanku
“baiklah” ucapku malas
Aku berjalan keluar kantor sambil mengeluh..
“aiishhh~ kenapa orang tua itu cerewet sekali sih, pasti akan
aku kerjakan! Lihat saja!” ucapku
AKu mengeluarkan telfon ku dan menelfon teman dekatku untuk
menjemputku ke kuliah
“hya! Dimana kau? Kau tahu sudah jam berapa ini?” bentakku
kepada Niel
“pelankan suaramu, ini sudah dijalan”
“palli..palli” ucapku sambil langsung menutup telfonku
Akhirnya~ mobil Niel pun datang…
“pasti ke salon dulu” ucapku sambil memakai sabuk pengamanku
“hehe… seperti biasa, kau kan tau Soo Rim-ah” ucap Niel
“-_- aku lagi kesal”
“wae?” Tanya Niel
“deadline ku kurang 2 bulan lagi tapi aku belum menulis
sepatah kata pun” jelasku
“haha.. rasakan sendiri sekarang, dulu kau yang bersih keras
untuk bekerja ditempat itu, sekarang kau menyesalinya kan?” ejek Niel
“sudah diam” ucapku sambil memukul tangan Niel
Sesampai dikampus~
“let’s go !!” ucap Niel yang langsung keluar dari mobil
sambil memakai kacamata hitamnya -_-
“ckckck.. sejak kapan aku punya teman aneh seperti dia”
gumamku
“Soo Rim-ah.. ayo ke kantin” ucap Niel sambil mengalungkan
tangannya ke pundakku
“tidak..aku ingin ke kamar mandi dulu, lalu masuk kelas”
“aigoo.. rajin sekali kau, yasudahlah aku tinggal dulu yah”
ucap Niel sambil berjalan meninggalkanku
“eitss~ tunggu!”
“wae?” Tanya Niel
“Lepas kacamatamu itu… kau menjijikan sekali” ucapku sambil
melepas kacamata Niel
“haha.. ne ne… anyeong!” ucap Niel sambil mencubit pipiku
Didalam kamar mandi~
“kau harus terus berusaha Soo Rim… kau tidak boleh menyerah!
Ingat ! tujuan hidupmu adalah menjadi penulis! FIGHTING !” ucapku sendiri
meyakinkan diriku di depan kaca kamar mandi
Saat aku beres-beres dan akan keluar dari kamar
mandi,tiba-tiba ada sehelai bulu yang jatuh tepat dihadapanku, aku sontak kaget
dan mengambil bulu itu.
“apa ini? seperti bulu angsa? Tapi ini besar sekali… “ aku
terus bertanya-tanya dan keluar kamar mandi
Bulu itu seperti bulu angsa tapi ini lebih besar lagi,
besarnya se telapak tanganku dan juga warna nya putih bersih sekali.. karena
malas memikirkan itu, jadi aku simpan saja didalam tas ku.
Setelah selesai pelajaran, aku bergegas mencari Niel untuk
mengantarku pulang agar aku bisa menulis cerita dengan cepat.. tapi dimana dia?
Ahh.. aku tahu..
Aku bergegas menuju ruang kecantikan dikampusku…
“NIEELL !!!” teriakku
“ahh..ooo.. Soo Rim-ah” Niel kaget
“apa yang kau lakukan?”
“hehe… tidak.. aku Cuma” belum selesai Niel menjelaskan aku
sudah menarik telinga Niel hingga keluar ruangan itu
“awww… hya hya… sakit!” rintih Niel
“sudah aku bilang kan, jangan bermain dengan para pria
disana, mereka itu tidak cocok denganmu!” ucapku sambil melepaskan telinga Niel
“mian.. aku kan cuman ingin creambath disana,lagian gratis
pula”
“hya! Kau kapan bisa dewasa? Kau kan bisa melakukannya di
salon, lagipula.. cowok apa sih yang sukanya dandan? Iihh… jangan jangan kamu…”
ucapku kepada Niel
“hya! Jangan berfikir aneh”.. aku masih normal”
“maka nya, jangan bermain dengan mereka!” ucapku sambil
mencubit Niel
“ne ne… -_-“
“kau itu jurusan Musik, seharusnya kau sekarang sedang
berlatih dengan teman-temanmu, bukannya malah bermain creambath disana pabboya”
ucapku
“ne ne… sudahlah, ayo pulang”
Sesampai dirumah~
“hya! Kau tidak mau masuk dulu? “ tanyaku kepada Niel
“bolehkah?”
“-_- Tidak biasanya kau bertanya seperti itu, biasanya kau
langsung masuk dengan seenaknya” ucapku sambil membuka pintu
“hehe…”
Aku menyiapkan makanan di dapur, sementara Niel sudah naik ke
atas, ke kamarku terlebih dahulu… ya ya.. pasti kalian berfikir tidak pantas
seorang pria memasuki kamar wanita, tapi beginilah aku dan Niel, kita sudah
berteman sejak kecil, jadi sudah seperti keluarga sendiri.. lagian, kita
sama-sama tinggal sendirian dirumah, Orangtuaku di luar negeri dan kedua orang
tua Niel sudah meninggal karena kecelakaan 6 tahun lalu. Jadi kalau dia manja
aku sudah tidak kaget.
“ini” aku menyodorkan minum kepada Niel
“wah… wah… kau mengoleksi banyak kaset drama”
“bukan mengoleksi, tapi tuntutan pekerjaan” jelasku
“boleh aku pinjam satu?” Tanya Niel
“boleh, asalkan kau menontonnya disini”
“baiklah!”ucap Niel yang langsung mengambil salah satu kaset
itu dan turun kebawah untuk menontonnya.
Aku sendiri dikamar, sebenernya aku sangat ingin menonton
drama itu dengan Niel karena kebetulan drama itu belum aku lihat, tapi
bagaimana, aku harus menulis sekarang, jika tidak , tidak ada waktu lagi. Aku
bingung!
“nonton drama? Kerjakan naskah? Nonton drama? Kerjakan
naskah?” ucapku bingung
Akhirnya aku memutuskan keluar kamar dan turun kebawah untuk
menonton drama… hehe… saat aku keluar dari pintu kamar.. tiba-tiba ada bulu
yang jatuh dari atas kehadapanku.. akupun mengambilnya.
“Ya Tuhan ! apa ini? bulu lagi? Tapi ini berwarna hitam
pekat?”aku sontak kaget
Aku sangat bingung dan terus membawa bulu itu kebawah dan
ingin aku tunjukkan kepada Niel, akupun menaruh nya di saku bajuku
“Soo Rim-ah.. kemari! Drama nya bagus sekali!” ajak Niel
“ahh.. ne.. hya! Niel, kau tahu ini apa?” ucapku sambil
mengambil bulu itu
“lhoo… kok tidak ada? Dimana tadi yah?” ternyata bulu itu
tidak ada di saku ku..
“kau mau menunjukkan apa ?” Tanya Niel
“ahh… tidak jadi”
Aku berfikir sejenak, perasaan aku sudah menaruhnya disaku,
tetapi kok tidak ada, walaupun sekarang aku bercerita ke Niel pasti dia akan
menertawakanku karena ini tidak masuk akal.
xxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
Sudah 1 minggu berjalan sejak deadline ku ditentukan dan aku
belum menulis sepatah kata pun. Ya Tuhan ! Aku tidak bisa berfikir sama sekali!
Aku berjalan malas menuju kelas, tak sengaja seseorang
menabrakku.
“ahh, mian” ucap pria itu sambil membereskan bukuku
“ne.. gwenchana” ucapku
“kau baik-baik saja?” Tanya Pria itu
Aku sontak terdiam, karena pria ini adalah pria yang aku
sukai dikelas.. aku tersenyum kepada pria itu.
“ne, aku baik baik saja” ucapku
“baiklah, sampai bertemu lagi” ucap pria itu lalu
meninggalkanku
“bertemu lagi? Akankah kita bisa dekat seperti ini lagi? Hihi
^^” ucapku bahagia sambil terus berjalan.
Tiba-tiba jalanku terhenti, ada bulu yang serupa seperti yang
lalu jatuh tepat dihadapanku!
“Omo ! apa lagi ini? dan sekarang berwarna merah hati? -_-“
Aku mulai curiga, jangan-jangan ada seorang penguntit yang
sedang mengincarku, aku langsung memasukkan bulu itu ditasku dan berlari menuju
kelas.
xxxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXxxxxxxxxxxxx
Sudah 2 minggu ~
Waktu terus berjalan dan aku masih menulis judul cerita nya
-_- aku duduk dimeja komputerku sambil melamun memikirkan apa yang akan aku
tulis. Tiba-Tiba aku terpikir tentang 3 bulu itu, akupun mengambilnya dari
tasku dan duduk kembali di meja komputerku
“ini apa yah? Tidak mungkin ada penguntit… lagian, apakah dia
tidak punya pekerjaan untuk memberiku bulu-bulu ini.. tapi kalo dilihat-lihat
bulu ini bagus juga” ucapku sambil memandang terus bulu ini.
“Ya Tuhan, berilah aku suatu inspirasi !!” ucapku sambil
mengangkat tanganku ke atas…
“huft~ baiklah, sebaiknya aku tidur dulu!” ucapku sambil
menuju kasur
Saat aku memakai selimut dan akan mematikan lampu ada suatu
cahaya dari atas atap kamarku, aku masih terus diam di tempat tidur… lalu
tiba-tiba cahaya itu menghilang.. akupun langsung bergegas menutup mataku.. tak
lama ada sesuatu terjatuh tepat disebelahku.
BRUK~
“aww” suara rintihan
Akupun sontak melototkan mataku dan melihat kesamping kiriku,
aku seketika berteriak…
“AAAAHHHHH!!!” teriakku sambil menutup mataku
“hya! Hya! Tunggu… aww sakit sekali” ucap pria disebelahku
yang merintih kesakitan
“apa yang kau lakukan disini!!!” ucapku sambil memukul pria
itu dengan bantal
Tak lama… ada cahaya hitam tepat disebelahku… dan munculah seorang pria
“HYA ! siapa kalian !! “ ucapku berteriak
“Perkenalkan… Aku peri Keburukan .. HAHAHA ! “ ucap pria
berbaju hitam itu disebelahku
“Perkenalkan.. Aku peri Kebaikan… HIHIHIHI !” ucap Pria yang
masih berbaring di sebelahku
Lalu tiba-tiba kedua pria itu berdiri melayang dihadapanku
dan bergandengan tangan -..-
“Kami dikirim untuk melindungimu” ucap pria berbaju putih
“hya ! neo pabboya ! kita dikirim untuk mengganggumu!” ucap
pria berbaju hitam
“hya ! Neo ! “
Kedua priaitu berkelahi tidak jelas. Aku hanya melihat mereka
dengan wajah polos -_-
“ bagaimana kalian bisa ada disini ! PErgi ! “ teriakku
“Hya ! neo pabboya ! kau yang memanggil kami kesini” ucap
pria berbaju hitam
“aku? Naega eonje?!!” belum selesai aku berbicara ada sesuatu
yang berat menimpa badanku dari atas di tempat tidur
“awww, ini apa lagii!!!” rintihku
“ahh, mian mian.. aku tidak hati-hati” ucap pria yang
sekarang ada di atas badanku
Aku terdiam melihat pria ini, mataku dan matanya bertatapan
sangat tajam. Untung saja aku cepat sadar dan mendorong sekuat tenagaku.
“Minggir!” ucapku
Lalu pria itu melayang mendekati pria berbaju hitam dan putih
itu, iya.. pria itu berbaju pink? Oh, God ! bisakah kau membangunkanku dari
mimpi buruk ini? -_-
“tidak, aku pasti sedang mimpi kan? Setelah aku bangun kalian
tidak akan ada lagi kan? Baiklah, aku akan tidur lagi.. “ ucapku lalu
merapatkan selimutku dan memejamkan mataku
TIDAK BISA !
Aku bangun dan ketiga pria aneh itu masih melayang
dihadapanku…
“Tidak, aku belum mati.. andwae!!” ucapku sambil menutup
wajahku
“ckckck… cantik tapi bodoh, kau pikir kami ini malaikat
pencabut nyawa apa -_-” ucap pria berbaju hitam
“sudah.. diamlah!” ucap pria berbaju putih
“Hey babe… what are you doing? We are here for help you, hm?”
ucap pria berbaju pink itu sambil mendekatiku
“Tenanglah, kami akan jelaskan!” ucap pria berbaju putih itu
sambil duduk disampingku
“kalian siapa? Aku takut…” ucapku
“jangan takut, kami disini memang untuk membantumu” tegas
pria berbaju putih
“Baiklah, kita akan perkenalkan jati diri kita yang
sebenarnya, Perkenalkan.. aku peri kebaikan, panggil saja aku Yesung” ucap pria
berbaju putih itu sambil mengulurkan tangannya
“ahh.. nn.. ne…” aku membalas salamnya dengan gugup
“Aku peri keburukan, Bang Yongguk! Ingat itu, hm? Jika kau
ingin berbuat buruk aku sangat siap membantumu! HAHAHA !” ucap Yongguk senang
“Dasar kau!” ucap Yesung sambil menjitak kepala Yongguk
“ahh, yee.. yee…” ucapku masih gugup
“dan kau?” ucapku sambil menunjuk pria berbaju pink itu
“ahh, aku sampai lupa… Hello, I’m Love Angel.. My Name is
L.Joe.. “ ucap pria itu dengan bahasa inggris yang sangat fasih
“sudahlah… berbahasa biasa saja kau, jangan terlalu
memamerkan bahasa inggris mu itu” ucap Yongguk sinis
“When you falling in love with someone, I Already for help
you babe.. “ ucap L.Joe sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan senyumnya
yang manis :D
“oo… baiklah”
“lalu?” Tanya Yongguk
“lalu apa?” ucapku bingung
“kita harus tidur dimana? Kita akan makan apa? Hm?” Tanya
Yongguk
“apa-apaan kau ini,kita tidak boleh menyusahkan manusia, jika
itu terjadi kita akan dihukum bodoh !” ucap Yesung Marah
“huh! Baiklah.. dasar cerewet!” gumam Yongguk
“kalian bisa tidur dimana memangnya? Aku kan tidak tahu
kehidupan seorang peri” ucapku
“itu mudah! Bawa sebuah kotak dan 3 bulu yang kau temukan
kemarin” ucap Yesung
“baiklah!”aku menuruti dan mengambilakan sebuah kotak dan 3
bulu itu
“oke! Kita bisa tidur disini..” ucap Yesung
“baiklah, lanjutkan tidurmu sayang, besok kita akan bertemu
lagi.. bye babe” ucap L.Joe yang terakhir masuk dalam kotak…
Didalam kotak itu terdapat 3 bulu itu dan 3 cahaya dengan
warna yang berbeda… aku masih takjub dengan semua ini sehingga aku masih belum
menutup kotak ini…
“haha, lelucon macam apa ini, aku masih tidak percaya” ucapku
lalu menutup kotak itu dan menaruh disebelah kasurku
Keesokan harinya~
Aku bergegas keluar rumah karena Niel sudah menungguku
didepan.. Aku sangat terburu-buru sehingga aku lupa untuk mengunci pintu rumah.
Dan sialnya, aku baru ingat saat sudah sampai dikampus..
“yahh Niel… bagaimana ini, rumahku lupa aku kunci” ucapku
“sudah tenang..tidak akan ada maling kok”
“bener?” ucapku ragu
“iya… daerah disitu sangat aman!”
“baiklah” ucapku
“hey Niel, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu” ucapku
sambil menarik tangan Niel
“ada apa?”
“ada sesuatu yang aneh terjadi padaku” ucapku pelan
“apa itu?”
“Ada 3 peri menghampiriku dan sekarang mereka ada dirumahku”
ucapku berbisik ditelinga Niel
“mwo? Hahaha… kau bercanda!” ucap Niel
“hya! Kau tidak percaya kepadaku?”
“hey.. dijaman yang sudah modern ini mana mungkin masih ada
seperti itu say… “ ucap Niel santai
“tapi..”
“sudahlah.. ayo masuk!” ajak Niel
“hmm”
Jam pelajaran telah usai, Niel mengajakku belanja beberapa
bahan makanan di supermarket. Setelah kita berbelanja, kita pulang menuju
rumahku untuk memasak makanan. Sesampai dirumah, pintu sudah terkunci, aku
bingung, perasaan tadi belum aku kunci
“Nah itu kan kau kunci beb?” Tanya Niel
“nggak… aku sangat ingat aku lupa menguncinya, tapi ini….
“Sudahlah, ayo masuk!” ajak Niel..
“pasti para peri yang menguncinya,gomawo..^^” batinku dalam
hati
“yey.. memasak!” ucap Niel
“baiklah.. aku keatas sebentar yah, jangan lupa masakannya
diberi garam.. -_- kau selalu lupa bahan yang sangat penting itu NIEL!” ucapku
sambil berlari menuju kamarku
“iya.. aku tidak akan lupa lagi” ucap Niel yang memulai
memasak
Aku masuk kamarku perlahan… aku takut membangunkan ke-3 peri
itu.. aku pelan-pelan memegang kotak itu dan membukanya… dan …
“lho… kok cahayanya hilang? Apakah mereka sudah pergi?”
ucapku bingung
“aku disini!” ucap Yongguk yang sedang duduk diatas lemari
“hya! Apa yang kau lakukan? Dan bagaimana bisa kau keluar?”
tanyaku
“dasar bodoh ! kau tidak menutup kotaknya dengan rapat, jadi
kita bisa saja keluar”
“huh! Ucapanmu selalu kasar.. “ ucapku lalu pergi
meninggalkan Yongguk
“heyy.. bukan seperti itu… huft~ sebetulnya aku ini orang
yang baik” gumam Yongguk
Aku berjalan menuruni tangga, dan aku lupa kalau aku ingin
ganti baju, tapi bagaimana, dikamar ada Yongguk -_- aku memutuskan untuk ke
kamar lagi.
“hey! Pergilah dari sini sebentar, aku mau ganti baju”Ucapku
“ganti baju? Silahkan saja.. aku tidak akan melihat kok”ucap
Yongguk Santai
“dasar! Tukang intip!” ucapku sambil melempar sepatu ke
Yongguk
“Aku tidak seperti itu bodoh!” ucap Yongguk kasar
“DIAM KAU !” ucap Yesung yang tiba-tiba datang dari luar
jendela
“aisshh… hya hyung! Kenapa kau selalu datang sih!” ucap
Yongguk
“keluar! “ ucap Yesung sambil mengeluarkan api dari jarinya
lalu diarahkannya ke Yongguk
“iya iya… “ ucap Yongguk sambil memegangi pantat nya karena
terkena api
“baiklah… sekarang kau aman!” ucap Yesung kepadaku
-_____-“
“KAU JUGA KELUAR !!!!” teriakku kepada Yesung
“ahh iya,.. aku lupa.. heheehe…” ucap Yesung yang langsung
menghilang
“huh, dasar.. peri-peri apa itu… bodoh sekali” ucapku sambil
melepaskan bajuku
Tiba-Tiba~~
“hey babe…” ucap L.Joe yang tiba-tiba keluar dari dalam kotak
“HHHHYYAAAA!!!! NNEEOOOO !” teriakku kepada L.Joe sambil
memakai kembali bajuku
“hey.. what’s wrong?” Tanya L.Joe polos
“what’s wrong you say!!!! GET OUT !!!!”
L.Joe dengan wajah polosnya langsung meninggalkanku
Niel yang mendengar suara teriakkanku sontak berlari
menghampiriku..
“Soo Rim-ah… ada apa?” ucap Niel sambil berusaha membuka
pintu kamarku
“hey.. gadis itu kan sedang ganti baju, kenapa pria ini
berusaha membuka pintu kamarnya… dasar! Tukang Intip!” ucap Yongguk yang sedang
melihat Niel dari atas atap..
“Baiklah… akan aku beri dia pelajaran” ucap Yongguk sambil
turun dan memegangi bibir Niel
“mmm… mmm… “ Niel berusaha berbicara, Tapi mulutnya tidak
bisa terbuka…
“HAHAHAHA!” Yongguk tertawa bahagia
“rasakan ini!” ucap Yongguk sambil menjambak rambut Niel
“aaawww” teriak Niel
Aku yang mendengar Niel berteriak langsung membuka pintu
kamarku…
“ada apa Niel?” tanyaku
“hey.. dirumahmu banyak hantunya!”
“hantu? Haha.. mana mungkin” ucapku santai
“iya… mulutku tadi tiba-tiba tidak bisa terbuka,lalu ada yang
menjambakku!” jelas Niel
“hey… pasti kau kan yang melakukannya ?!” ucapku sambil
menunjuk Yongguk yang berdiri disebelah Niel
Yongguk hanya diam dan tersenyum sinis…
“siapa? Tidak ada siapa-siapa kok” ucap Niel bingung
“kau tidak lihat? Dia disini! Yang melakukan itu kepadamu!”
ucapku sambil menunjuk Yongguk
“Soo Rim-ah… kau harus kedokter..ayo kuantar” ucap Niel
“hya.. apakah kau tidak melihatnya?” tanyaku
“apa? Tidak ada siapa-siapa!”
“Tapi…” belum selesai aku berbicara, Niel sudah menggandengku
turun tangga
Niel memintaku untuk membantunya memasak, dan disela-sela
kami memasak, kami membicarakan hal-hal yang lucu sehingga membuat kami tertawa
bersama…
“oh damn ! you’re a bad boy!” ucap L.Joe yang melihat kami
“ada apa?” Tanya Yesung
“lihatlah Hyung, mereka tidak boleh seperti itu” jelas L.Joe
“haha… biarlah, oh iya, kau kan Angel of Love, kenapa tidak
kau tembakkan saja panah cupid kepada mereka?”
“haha… panah cupid? Oh man, dengan pria jelek itu? Tidak..
aku tidak mau” ucap L.Joe
“memangnya dia jelek yah?” ucap Yesung sambil menunjuk Niel
“YES !”
“-_-, yasudahlah, terserah kepadamu” ucap Yesung yang
langsung pergi
Aku dan Niel sudah selesai memasak, dan juga selesai
memakannya… hari sudah larut, aku mengantar Niel ke depan untuk pulang.
“apakah kau tidak apa-apa?” Tanya Niel
“wae?”
“dengan hantu-hantu itu” ucap Niel sambil sedikit takut
“haha… mereka bukan hantu”
“lalu?” Tanya Niel bingung
“sudahlah… hati-hati dijalan.. anyeong!” ucapku kepada Niel
“hmm…. Anyeong”
Akupun masuk kedalam rumah, dan sudah menyisingkan lengan
bajuku untuk memberikan pelajaran kepada ke-3 peri bodoh itu…
“awas kalian !”
Aku langsung membuka kotak itu dan mengeluarkan peri-peri
itu…
“peri-peri tampan…keluarlah” ucapku sambil ingin muntah..
menyebut mereka tampan? Oh God.. mereka itu bodoh sekali, gumamku dalam hati
“aigoo.. akhirnya kau memanggil kami” ucap Yesung
“huh! Kau mengganggu tidurku!” ucap Yongguk sambil menguap
“Good Night darling, what are you doing?” ucap L.Joe sambil
langsung duduk disebelahku
“Baiklah… untuk kesalahan tadi siang aku maafkan” ucapku
“hhmmm” ucap ke-3 peri itu
“oke… aku masih belum percaya ini, dan masih banyak sekali
pertanyaan untuk kalian dariku”
“baiklah… kita akan menjawabnya” ucap Yesung
“oke… perkenalkan namaku Lee Soo Rim”
“ohh.. A Beautiful name babe.. I Like it!” ucap L.Joe
“dan apa yang akan kalian lakukan disini? Apakah kalian akan
selamanya berada disini?” tanyaku
“tidak.. kami ditugaskan untuk membantu segala urusanmu dan
setelah itu selesai kita pergi” jelas Yesung
“tapi diantara banyak manusia, kenapa aku yang kalian pilih?”
“eehhemmm” deham Yongguk
“ada apa?” tanyaku
“Belum waktunya kau untuk tau…” jelas Yesung
“kenapa?”
“sudahlah… sebaiknya kau Tanya yang lain” ucap Yongguk
“apakah kalian benar-benar peri?”
“kau meragukan kami say? Oohh.. aku sangat kecewa”ucap L.joe
“jelas.. kami adalah peri” jelas Yesung
“bukan begitu… tapi biasanya di cerita dongeng, peri itu
seorang perempuan yang cantik, tapi kalian….”
“jika peri perempuan dia hanya bisa memberimu 3 permintaan
kepadanya lalu ditinggal pergi, kalau kami tidak, kami ditugaskan untuk
melindungimu dan memberimu kekuatan” jelas Yesung panjang lebar
“hmm… dan sebenarnya aku adalah peri baik!” Yongguk tiba-tiba
berbicara
“ohh begitu… oh iya, apakah kalian hanya bisa terlihat oleh
ku? Untuk manusia yang lain, mereka tidak bisa melihat?” tanyaku
“hmm, that’s right!” ucap L.Joe
“lalu, siapa pria yang bersamamu tadi itu? Dia jelek sekali…”
ucap L.Joe mengejek
“dia adalah teman sejak kecilku, kemanapun aku berada dia
pasti ada disana..” jelasku
“lalu?” Tanya Yesung
“hmm, semenjak kejadian 6 tahun lalu, aku adalah keluarga
satu-satunya untuk Niel, kedua orang tua nya meninggal dalam kecelakaan”
jelasku
“ahh… begitu” ucap Yongguk
“ah.. satu lagi… kalian kan peri.. seharusnya waktu datang
pertama kali dihadapanku waktu itu, kalian seharusnya bersikap seakan-akan
kalian itu menakutkan, tapi kalian tidak…semua jatuh dengan sangat memalukan
dikasurku -_-“ ucapku dengan wajah polos
“hahaha… maaf, kami tidak siap!” tawa Yesung
“hmm, iya..kami langsung saja turun dari langit tanpa
persiapan, jadi seperti itulah” ucap Yongguk
“hahaha… ada-ada saja” tawaku
“baiklah, selamat datang dirumah ku yang sangat nyaman ini
^^” terangku kepada ke-3peri itu
Keesokan harinya~
Niel datang menjemputku, tapi sekarang hari Minggu, kenapa
Niel datang kesini?
“Soo Rim-ah.. ayo kita pergi!!” teriak NIel dari lantai bawah
Aku yang mendengar suara Niel langsung bergegas turun
kebawah.. Tapi, para peri itu ingin ikut denganku, baiklah, akan aku ajak
mereka untuk melihat dunia luar juga.
“ada apa Niel?”
“ayo.. jenguk orangtuaku” jelas Niel
“ahh,baiklah”
AKu tahu maksud teman lamaku ini, sudah beberapa bulan ia
tidak mengunjungi makam kedua orangtuanya, dan alasan mengapa dia mengajakku
akupun sudah sangat tahu, dia pasti mencariku saat dia ingin menangis.
Kami berjalan menuju makam orangtua Niel, dan Niel
menghentikan langkah kakinya.
“wae Niel?”
“kita pulang saja” ucap Niel
“hey.. kau sudah jauh-jauh datang kesini? Ada apa?”
“ karena kecerobohanku , aku jadi sendirian sekarang” jelas
Niel
“sudahlah Niel, lupakan itu, sebaiknya kita kesana
dulu”ucapku sambil menunjuk makan orangtua Niel
Akhirnya, Niel mau juga mendekati makam kedua orangtuanya.
Setelah selesai, kami berjalan ke mobil untuk pulang. Tapi, Niel menghentikan
langkahnya untuk kedua kalinya.
“wae tto ??” tanyaku
Niel langsung terduduk lemas dibawah, aku yang melihat itu
sontak kaget dan menolong Niel berdiri
“Mianhae ….” Ucap Niel sambil menangis
Aku sangat iba dengan Niel, tak terasa air mataku juga mulai
menetes..
“itu bukan salahmu Niel-ah.. ini sudah takdir untuk mereka,
mereka tidak pernah membencimu.. tenanglah” ucapku sambil memeluk Niel
“Tapi tetap saja, aku membunuh mereka”
“sudah.. CUKUP! Jangan menyalahkan dirimu terus, aku sudah
sangat lelah untuk merasakan rasa bersalahmu ini Niel… sudah berapa kali aku
bilang untuk tidak terus memikirkan itu, aku lelah jika kau terus seperti ini!”
sentakku kepada Niel
“Soo Rim-ah…”
“sudahlah, ayo pulang” ucapku sambil berdiri meninggalkan
Niel
“Mianhae…” ucap Niel sambil menarik tanganku dan memelukku
“aku sudah menganggap orangtuamu sebagai orang tuaku juga,
jadi jika kau seperti ini terus, aku juga ikut merasa bersalah Niel” jelasku
“hanya kau satu-satunya keluargaku sekarang Soo Rim” ucap
Niel sambil mengeratkan pelukannya
“hmm, iya… aku, orangtuaku adalah keluargamu” ucapku
menenangkan Niel
-_____-“
“dasar, MODUS !” gumam L.Joe
“hey.. mereka sedang dalam kesusahan “ jelas Yesung
“tetap saja… aku tidak setuju!”
Aku dan Niel masuk mobil dan bergegas untuk pulang, tapi aku
mencari ke-3 peri itu, kenapa mereka tidak cepat masuk mobil? Aku membuka kaca
mobil dan melihat sekitar tapi sepi.. Tiba-tiba, mereka sudah duduk dibelakang
-_-
“terima kasih, sudah membukakan kaca mobil untuk kami” ucap
Yesung
Aku hanya mengangguk dan tersenyum
Setelah mengantarku pulang, Niel bergegas ke kampus untuk
mengerjakan skripsi, sementara aku bergegas mengerjakan naskahku. Aku sudah
menulis separuh naskah itu, dan cerita yang aku tulis adalah apa yang terjadi
kepadaku sekarang, yaitu bertemu ke-3 peri yang bodoh tapi juga tampan ini ^^
aku tertawa sendiri saat menulis naskahku, karena kupikir ini akan menjadi
cerita yang laris manis.
“hey babe.. why you laugh alone?” ucap L.Joe yang tiba-tiba
“Omo! .. kau mengagetkanku saja”
“apa yang sedang kau kerjakan?” ucap L.Joe sambil mengambil
kursi dan duduk didekatku
“kau kan tahu jika aku penulis, jadi yang aku kerjakan adalah
menulis naskah”
“ahh.. begitu.. baiklah, aku akan menemanimu disini” ucap
L.Joe
“terserah kau saja” ucapku sambil terus melanjutkan
pekerjaanku
Beberapa jam kemudian, aku tertidur didepan computer, sangat
lelah sekali, begitu juga L.Joe yang juga tertidur disebelahku.
“sangat menyedihkan sekali hidupmu Soo Rim… aku akan
menjagamu selama aku bisa” ucap L.Joe yang sudah terbangun sambil menyilakan rambut yang menutupi wajahku
Aku membuka mataku pelan-pelan dan merasakan apa yang L.Joe
lakukan.
“kenapa dengan hidupku?” tanyaku
“kau ingin tahu?” Tanya L.Joe yang tepat didepan wajahku
“hmmm” anggukku
“maka dari itu, kau harus bisa menemukan pendamping hidupmu
secepatnya, agar kau bisa segera tahu” jelas L.Joe
“tapi kenapa seperti itu?”
“akan aku jelaskan jika kau sudah menemukan pendamping
hidupmu” ucap L.Joe sambil mencium keningku
Aku hanya terdiam dan terus memikirkan apa yang dikatakan
peri cinta itu tanpa aku sadari jika keningku dicium olehnya.. aku tertidur
lagi dimeja computer, dan L.Joe memindahkanku ke kasur
“have a nice dream babe” ucap L.Joe sambil memakaikan selimut
kepadaku
xxxxxxxxxxxxxXXXXXXXXXXxxxxxxxxxxxxx
Sudah 1 bulan berjalan semenjak deadline ku ditentukan dan
kebersamaanku dengan ke-3 peri itu… Aku sudah menganggap mereka seperti
keluargaku sendiri, apalagi Yesung, dia adalah peri yang sangat baik, dia
menasehatiku, memberiku saran dan membantu mengerjakan naskahku ^^ lalu
Yongguk?
Haha… dia adalah peri yang jail, tapi lucu juga..
kadang-kadang menyebalkan tapi memang itulah tugasnya, menjaili orang :D dan
untuk L.Joe.. eumm, karena dia peri cinta maka aku maklumi jika dia sangat
sayang kepadaku, jadi aku sangat dekat dengannya, bahkan kita juga tidur
bersama :D
--------------------------------------
Aku berjalan di ruangan yang sangat gelap, sehingga aku tidak
bisa melihat apa-apa… tiba-tiba ada 3 cahaya yang muncul dihadapanku.. dan ke-3
cahaya itu berubah menjadi peri-peri yang sedang ada dirumahku sekarang…
“Yesung,L.Joe, Yongguk oppa” ucapku senang
Tapi kenapa ekspresi mereka sedih, ada apa dengan mereka..
lalu mereka terus berjalan, aku terus mengikuti mereka.. dan sampailah aku
disebuah taman yang sangat indah, bahkan ini yang terindah didunia menurutku..
Aku mencari ke-3 peri itu, tapi tidak ada…
Tiba-tiba.. muncullah seorang wanita dari atas dan mendarat
tepat dihadapanku.. aku hanya bisa takjub melihatnya.. sangat cantik.. wanita
ini sangat cantik
“kau siapa?” tanyaku
“kemarilah sayang… peluklah aku sebentar” ucap wanita itu
Aku mendekat dan memeluk wanita itu.. sangat nyaman, seperti
pelukan eomma.. saat aku berpelukan dengan wanita itu, tiba-tiba sayap yang
sangat lebar membentang di punggung peri itu… sangat lebar, putih bersih dan
tentunya sangat Indah…
“dengarlah anakku, kau akan bahagia walaupun banyak sakit
yang akan kau alami nanti” ucap wanita itu tiba-tiba
“maksudnya?”
“lihatlah mereka.. mereka tidak akan terus bersamamu, dan kau
harus ingat itu” ucap wanita itu sambil menunjuk Yesung, L.Joe dan Yongguk
“mereka akan satu persatu menghilang setelah tugas mereka
selesai” jelas wanita itu
“tapi…”
“Awal dan akhir cerita hidupmu , kaulah yang merangkai
sendiri” jelas wanita itu
“apa maksudnya?” tanyaku
Tiba-tiba ketiga peri itu menghilang satu persatu
dihadapanku..
‘ANDWAE !!” teriakku
Aku terbagun dan langsung duduk ditempat tidur … aku sangat
takut, dan nafasku terengah-engah. Kenapa mimpiku buruk seperti ini? tidak
mungkin, mereka tidak mungkin pergi.. aku bergegas turun kelantai bawah dan
mencari mereka.. aku berteriak keras memanggil nama mereka, tapi tidak ada
satupun yang muncul, akupun menangis dikursi sambil menutupi wajahku
“hey babe, what’s wrong?” L.joe tiba-tiba datang
“tidak apa-apa, cuma…. “
“wae geurae? Ceritalah..” ucap L.Joe
“aku mimpi buruk..” ucapku yang langsung memeluk L.Joe
“----------“ L.Joe sontak kaget karena tiba” aku memeluk nya
“kenapa mimpi itu buruk sekali? Di mimpi itu kalian semua
menghilang meninggalkanku, apakah kalian benar-benar akan meninggalkanku?”
“eumm… sebaiknya kau tenang dulu,hm?” ucap L.Joe sambil
mengelus rambutku
“aku tidak mau sendiri disini, eomma appa belum mengunjungiku
sampai saat ini, dan aku hanya punya kalian yang menemaniku disini” jelasku
L.Joe hanya diam membisu mendengarkan perkataanku.
xxxxxxxxxXXXXxxxxxxxxxx
“Sepertinya aku tidak bisa kembali ke dunia peri lagi” ucap
L.Joe kepada ke 2 teman perinya.
“haha.. apa kau bercanda?” ucap Yongguk
“hei kau ! apa yang kau bicarakan?” sentak Yesung
“apa kalian tega meninggalkan gadis itu sendiri?”
“tugas kita disini hanya untuk membantu sampai dia bisa
bahagia, apa jika kau terus disini, kau akan membuatnya bahagia?” sentak Yesung
lagi
“maaf… aku sudah membulatkan keputusanku untuk tinggal di
bumi” tegas L.Joe
“tidak bisa, bahkan ratu tidak akan membiarkanmu berbuat
seperti ini” jelas Yongguk
“maka dari itu.. sebaiknya aku tidak memberitahumu tentang
masalah yang akan dihadapinya di masa yang akan datang” ucap Yesung
“tapi hyung… aku tidak bisa…” belum selesai L.Joe berbicara,
Yesung memutuskan pembicaraan
“sudahlah.. jangan menuruti rasa iba mu, kau adalah peri
cinta, dan tugas mu hanyalah membatu orang yang sedang jatuh cinta, arraseo?”
jelas Yesung
“hmm, tugasku adalah membatu orang yang sedang jatuh cinta,
dan aku akan membantu diriku sendiri” pungkas L.Joe
“mwo??!!” Yongguk kaget
“jadi maksudmu??!! Kau…”
“hm, aku jatuh cinta kepada Lee Soo Rim” jelas L.Joe singkat
“YYYEEE???!!!” Yongguk dan Yesung kaget
“NEO MICYEOSO JIGEUM !!” teriak Yesung
“mian hyung, aku akan tinggal disini untuk Lee Soo Rim” jelas
L.Joe
“kau tahu kan resiko terbesar ketika kau melepaskan sayapmu?”
Tanya Yongguk
“hmm, aku tahu”
“lalu kenapa kau ingin melakukan hal yang bodoh, HAH !”
pungkas Yesung
“ahh, molla ~ “ ucap L.Joe yang langsung menghilang
“hyaa !! Nappeun namja ! “ erang Yesung
Keesokan Harinya~
Aku masih bingung dengan mimpiku semalam, aku terus
memikirkannya. Ini harus diselesaikan, bagaimanapun juga.. Oh iya~
ngomong-ngomong hari ini orangtuaku datang dari luar negeri, ^^ beberapa bulan
yang lalu mereka sudah telefon aku jika mereka akan datang bulan depan, dan
hari ini adalah hari bahagiaku :D aku menyiapkan berbagai makanan, membersihkan
rumah dan pekerjaan rumah lainnya. Karena aku kelelahan, aku pun tertidur di
sofa ~
“chagiya ~ bangun, ini eomma” .. Aku membuka mataku, dan
sudah ada eomma dan appa dihadapanku. Aku langsung memeluk mereka berdua
“bagaimana keadaanmu sayang?” Tanya appa
“aku sangat baik appa, tapi kenapa kalian lama sekali datang
kesini, aku sangat rindu kepada kalian” ucapku sambil memeluk eomma appaku lagi
“maafkan kami nak, kami tidak bisa menjagamu dengan baik”
ucap eomma
“wae eomma? Kalian adalah orangtua terbaikku”
Tiba-tiba eomma appa berdiri dan melepaskan pelukanku
“wae geurae?” tanyaku bingung
“Jadilah anak yang berguna, eomma appa sangat mencintaimu”
ucap eomma appa yang mencium pipiku
“pasti eomma, appa… tapi ada apa?” tanyaku masih bingung
Eomma dan appa langsung berjalan membelakangiku.. aku terus
mengikuti mereka, entah kemana, aku terus mengikuti mereka. Sampai ada cahaya
yang sangat terang dihadapan eomma dan appa.
“Selamat tinggal nak, eomma dan appa mencintaimu” ucap eomma
sambil menangis
“eomma, aku ikut!”
“ini bukan tempatmu, pergilah ketempat yang benar” ucap appa
Eomma dan appa masuk ke dalam cahaya terang itu, dan setelah
itu, cahaya itu menghilang begitu saja
“mwoya?” ucapku lemah
“ige mwoya ??!!” ucapku terduduk dilantai
“AAANNNDDWWAAEEE !!!” tangisku pecah
Tak terasa air mataku menetes dan aku terbangun. Mimpi
buruk.. lagi. Tapi kenapa ini lebih menyeramkan dari sebelumnya? Aku terus
menangis, tidak mungkin mereka meninggalkanku, tak ada alasan eomma dan apaa
meninggalkanku begitu saja, mereka pasti baik-baik saja. Sudah jam 11 malam,
tetapi kenapa eomma dan appa belum kunjung datang. Aku terus khawatir, menunggu
dan menunggu hanya itulah yang aku lakukan sekarang. Sambil menunggu, aku
menuju kamarku untuk berganti pakaian, tapi saat aku ingin membuka pintu, aku
mendengar percakapan ke-3 peri itu didalam kamarku
“sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini semua dari Soo
Rim?” ucap L.Joe
“ini belum saatnya, ratu peri belum memerintahkan kita untuk
memberitahunya” jelas Yongguk
“Tapi kalian tidak harus seperti ini….”
“Aku tidak tega untuk mengatakannya…” ucap Yesung
“tapi sampai kapan… sementara laki-laki itu juga sudah tahu
kalau orang tua Soo Rim sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat satu bulan
yang lalu” jelas L.Joe
“hey ! pelankan suaramu… soo rim bisa dengar”
“mwo?” ucapku lemah sambil membuka pintu
“So…So..Rim-ah…” ucap L.Joe terbata-bata
“Lee Soo Rim…” ucap yesung lemah
“apa yang kalian barusan katakan?” tanyaku lemah
“ahh.. bukan.. itu….” Yongguk tidak bisa melanjutkan
kata-katanya
“KATAKAN !!!!!!!!!!!” teriakku sambil menangis
“Soo rim….” Ucap Yesung iba
“WAEE !!!!!! WAEE !!!!!!!! KENAPA KALIAN SEMUA SEPERTI INI
KEPADAKU HAH ! WAE !!!!” teriakku sambil menangis dan terduduk dilantai
“maafkan kami Soo Rim-ah.. kami tidak memberi tahu mu lebih
awal” ucap Yesung sambil mengusap air matanya
“kami tidak bermaksud begitu, mianhae” ucap L.Joe yang juga
meneteskan air matanya
TO BE CONTINUED~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar