Dikala pagi menyapa hidupku yang bahagia ini, teselip selalu
namamu di tengah keheningan pagi. Aku sangat bersyukur bisa kembali menghirup
udara segar di setiap pagi, dan kau tahu, kaulah yang membuatku mensyukuri
hidup ini. Kuawali hariku dengan semua kegiatan yang memaksaku untuk
menyampingkan kau sejenak. Tapi tanpa adanya semangat darimu, aku tidak akan
bisa mengerjakan semuanya dengan lancar dan sabar.
Mungkin ini sangat konyol, bahkan aku tertawa sendiri
menulis ini, tapi apa daya, hatiku membimbingku untuk lebih dalam berterima
kasih kepadamu, untuk apa? Aku juga tidak mengerti, kau tidak membantuku sama
sekali, kau jauh diluar sana dan kita tidak saling kenal.
Aku gila karenamu, aku akui itu. Sepanjang hidupku ini tidak
akan lengkap jika tidak ada kau yang membuatku tetap tegar. Kau siapa? Apakah
kita saling kenal? Tidak… bahkan kau dan aku tidak akan pernah bertatapan mata
langsung, tetapi kenapa hatiku sangat jatuh kepadamu? Bahkan jika kau
meneteskan satu air mata, aku akan menangis untuk ke seribu kalinya, hatiku
sangat sakit melihatmu seperti itu, rasanya ingin aku berlari memelukmu dan
memberitahumu “Tidak apa-apa, aku ada disini untukmu” dan memelukmu dengan
erat. Kita bisa berpegangan tangan dalam menghadapi masalahmu.
Perasaan ini tumbuh begitu saja, bahkan tidak pernah aku
bayangkan akan jadi seperti ini, aku sangat takut jatuh terlalu dalam kepadamu,
aku ingin menjadi seperti anak normal lainnya yang mencintai idolanya biasa
saja, tapi apa daya, aku sudah putus asa untuk melupakanmu, menjauhimu, aku
sangat lemah dalam hal itu, dan akhirnya jalan pintas yang aku pilih adalah
terus mencintaimu entah sampai kapan waktu akhirnya.
Perjuanganmu dalam merintis karir, ketabahanmu menghadapi
semua masalahmu sendiri, ketulusanmu mencintai penggemarmu, usahamu dalam
mempertahankan karirmu… aku sangat terkesan dengan itu, aku jatuh cinta dengan
kepribadianmu, aku jatuh cinta dengan usaha dan caramu mencintai penggemarmu.
Aku tahu cinta ini salah, aku sangat tahu ini tidak benar,
bahkan orang sekitar sampai memperingatiku beribu kali untuk tidak terlalu
mencintaimu. Tapi mereka tahu apa tentang kau dan aku? Ya… hati kami, hati kami
sudah terikat satu sama lain, jadi untuk melepaskan satu sama lain itu butuh
waktu yang sangat lama.
Aku tahu, kelak kau akan menemukan pasangan hidupmu dan kau
hidup bahagia bersamanya, tapi apakah aku salah menyimpan perasaan ini untuk
saat ini, masa depan memang penting tetapi masa sekarang juga penting, jika aku
memikirkan masa depanmu yang seperti itu aku akan jatuh di masa sekarang, jadi
biarkan saja perasaanku mengalir begitu saja kepadamu.
Mungkin ini bukan murni cinta, ini adalah perasaan berterima
kasih, kasih sayang dan pujian untuk dirimu. Karena mu aku tegar, karenamu aku
mempunyai tujuan hidup, karenamu aku mensyukuri hidupku ini. Ini bukan perasaan
memuja ataupun membesar-besarkanmu di dalam hidupku, tapi apa yang aku lakukan
ini adalah hal wajar yang akan dilakukan semua orang jika mereka mempunyai
orang special di hidupnya.
Aku berterima kasih, karenamu aku jadi tahu arti hidup dan
terus bersemangat untuk menjadi yang terbaik
Aku sayang kepadamu karena kau telah membimbingku untuk
lebih mengerti perasaan orang dan peka terhadap mereka
Aku memujimu, karena pribadimu yang sangat patut untuk
ditiru dan hatimu yang sangat lembut.
Dan semua ini, hanya aku tujukan kepadamu, Super Junior.
Saranghae, Gomawo, Mianhae~…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar