1.1.Carilah
informasi beasiswa sebanyak-banyaknya. Di era
teknologi informasi sekarang ini, informasi mengenai beasiswa Korea dapat
dengan mudah didapatkan misalnya dengan melalui situs ini atau mesin pencari.
Selain itu bisa juga melalui sumber-sumber lainnya seperti kolega, kenalan dll.
2.pahami
dan penuhi syarat-syarat yang diminta oleh pemberi beasiswa.
·Ijazah dan
transkrip nilai. IPK atau nilai yang tinggi memang bukan
satu-satunya patokan, namun tentu penyeleksi beasiswa akan melirik hal ini
untuk pertama kali. Keseriusan kita pada mata kuliah (bagi pelamar beasiswa
S2/S3) / pelajaran (bagi pelamar beasiswa S1) akan terlihat dari nilai yang
kita raih. Semakin bagus nilai/IPK yang kita raih, tentu semakin terbuka lebar
peluang beasiswa. Namun, jangan berkecil hati untuk IPK yang dibawah 3.0,
peluang meraih beasiswa masih terbuka lebar. Terbukti dari beberapa mahasiswa
asal Indonesia yang berhasil meneruskan studi di Korea Selatan.(Jadi ini kita harus kuliah dulu dong ya?)
·Study Plan atau Rencana Studi tentunya berisi
hal-hal yang ingin kita pelajari dan penjelasan mengenai riset yang ingin
dilakukan. Diringkas dari tulisan ini, membuat study
plan hendaknya ringkas, padat penjelasan, jujur, kreatif, dan ditulis dengan
tata bahasa yang bagus. Mintalah pendapat dosen pembimbing atau guru untuk
mengoreksi study plan anda
Dokumen kecakapan bahasa asing (TOEFL, TEPS, IELTS atau TOEIC). Peran sertifikat kecakapan dalam berbahasa Inggris hampir sama dengan IPK, menilai tingkat kemampuan anda berbahasa Inggris. Usahakan skor TOEFL di atas 550 untuk mendapatkan poin tambahan dari penyeleksi.
Dokumen kecakapan bahasa asing (TOEFL, TEPS, IELTS atau TOEIC). Peran sertifikat kecakapan dalam berbahasa Inggris hampir sama dengan IPK, menilai tingkat kemampuan anda berbahasa Inggris. Usahakan skor TOEFL di atas 550 untuk mendapatkan poin tambahan dari penyeleksi.
·Recommendation
Letter atau Surat
Rekomendasi merupakan
bukti pendukung bahwa kita layak mendapatkan beasiswa. Surat rekomendasi bisa
diminta dari guru/dosen, dosen pembimbing TA, ketua jurusan/kepala sekolah,
dekan, dosen wali, maupun dosen mata kuliah yang memang mengenal kemampuan kita
dengan baik.
·Statement of
Motivation. Tidak semua penyeleksi beasiswa meminta kita
membuat Statement
of Motivation (Personal
Statement), namun jika diminta maka tulislah sesuatu yang
membuat kita bernilai lebih. Tentunya bukan dengan membual, namun menunjukkan
potensi dan kemampuan diri kita. Statement
of Motivation juga ditulis dengan bahasa Inggris dan menggunakan
tata bahasa yang bagus.
· Curriculum Vitae atau daftar
riwayat hidup berisi profil diri kita secara lengkap. Jangan lupa menuliskan
kemampuan, mencantumkan pas foto terbaru, dan memberikan kontak email yang
sering dibuka agar mudah dihubungi.
·Identitas Diri
. Untuk identitas diri, biasanya yang diminta adalah
passport. Memang tidak harus punya paspor dulu untuk melamar beasiswa, namun
lebih baik punya paspor agar sewaktu-waktu jika memang diterima maka tidak
perlu menyita waktu untuk mengurus paspor lagi.
Dokumen -dokumen diatas perlu diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris (atau bahasa Korea jika memang diminta). Untuk ijazah dan
transkrip nilai, jika pihak sekolah/universitas tidak menyediakan translasi ke
bahasa Inggris, bisa datang ke Sworn
Translator (Penerjemah Tersumpah) di kota anda.
Ya.. sekiranya itu syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat beasiswa... susah ya? Iya... memang perlu perjuangan untuk mendapatakan hasil yang baik, apalagi untuk mengejar TOEFL, membuat study plan.. itu sangat berat, bahkan kita bisa mengulangnya beberapa kali.. terutama transkip nilai kita yang harus benar-benar baik. So... dont give up friends~ ^^ you can do it if you want to do it! See You~ ^^v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar